Connect with us
ISIS Memang Nyaris Kalah, Namun Sel-Sel Tidurnya Masih Sangat BerbahayaTrump mengatakan dirinya memprediksikan kekalahan terakhir dari apa yang disebut "kekhalifahan" ISIS akan terjadi dalam minggu depan. Pada akhir 2014,...
mm

Published

on

Trump mengatakan dirinya memprediksikan kekalahan terakhir dari apa yang disebut “kekhalifahan” ISIS akan terjadi dalam minggu depan. Pada akhir 2014, ISIS menguasai kota-kota besar di seluruh Irak dan Suriah, tetapi para pejabat Amerika Serikat saat ini mengatakan kelompok itu telah kehilangan lebih dari 99 persen wilayah itu.

Kekalahan teritorial kelompok teror sekarang mungkin hanya tinggal beberapa hari, dengan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat dan sekutunya maju pada potongan terakhir wilayah yang masih di bawah kendali ISIS. Tetapi sebagaimana yang dilaporkan koresponden CBS News Charlie D’Agata dari garis depan di Suriah timur, karena para militan ISIS terkonsentrasi di daerah yang sangat kecil, semua pertempuran yang tersisa akan dilakukan berada pada jarak yang sangat dekat.


Serangan udara menggempur target ISIS lebih dekat dari yang diperkirakan siapa pun. Itu segera diikuti oleh suara mendesing, diduga merupakan suara mortir ISIS yang terbang tepat di atas kepala mereka, membuat semua orang berebut. Tentara Kurdi akhirnya berteriak agar semua orang keluar dari persembunyian dan lari ke tempat yang lebih aman.

Mencapai jalur terakhir dari wilayah yang dikuasai ISIS berarti berlari melewati padang pasir untuk menghindari serangan ISIS ke rumah yang ditinggalkan, yang sekarang menjadi pangkalan operasi garis depan bagi Syrian Democratic Forces (SDF) yang didukung Amerika Serikat Dari udara.

Suara jet menderu di atas kepala diikuti oleh dua serangan udara menegaskan bahwa pertarungan belum berakhir – meskipun akan segera berakhir.

Salah satu komandan SDF, Adnan Afrin khawatir tentang apa yang mungkin terjadi setelah pasukan Amerika angkat kaki. “Kami bertempur bersama,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia merasakan keputusan Presiden Trump untuk menarik pasukan Amerika Serikat keluar dari negara itu, “bukan keputusan yang bijak. Itu keputusan yang sangat nanggung (setengah jalan).”

Afrin mengatakan kelompok itu telah membentuk jaringan bawah tanah sel-sel teror militan garis keras, bersiap untuk berkumpul kembali, dan melakukan serangan balik.

Sumber: cbsnews.com

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement

Serial Drama Terbaru