Connect with us
mm

Published

on

Benar-benar syahwat demi kekuasaan bisa membuat orang buta hati dan membabi-buta menghalalkan segala cara. Bahkan, ulama sepuh pun dengan mudah dihina dan direndahkan demi menyudutkan lawan politiknya.

Do’a ulama sepuh yang begitu sangat dihormati pun dipelintir dan dinistakan sedemikian rupa. Semua dikemas dengan puisi dengan cara yang sangat jumawa.


Sebesar-besarnya syahwat politis, seharusnya adab kepada ulama tetap harus dijaga. Apalagi pada ulama khos yang sangat dihormati oleh ulama-ulama lainnya.

Alih-alih akan menangguk dukungan dari para santri yang begitu sangat menghormati dan memuliakan ulama sepuh tersebut. Justru perilaku arogan dari politisi bersangkutan ibarat secara sengaja menabuh genderang perang dengan para santri.

Kontestasi Pilpres seharusnya menyiratkan kegembiraan berdemokrasi, karena konon katanya merupakan salah satu gelaran “pesta demokrasi”. Bukannya menghasilkan kegembiraan, justru kontestasi Pilpres malah menjadi ajang untuk memicu dan mengobarkan konflik horizontal.

Syahwat politis yang tidak terkendali ini membuat banyak pendukung kontestan Pilpres menjadi lupa daratan. Apapun kemasannya, syahwat tak terkendali tersebut sangat berbahaya bagi kelangsungan persatuan dan kesatuan negeri ini.

Perilaku yang berlebihan sebagaimana perilaku kaum khawarij. Hanya kaum inilah yang biasanya begitu mudah menyalahkan,  menistakan bahkan mengkafirkan muslim yang lain.

Kaum Khawarij hobinya memilah dan menerjemahkan dalil dan ayat sesuai kehendak dan syahwat politisnya sendiri. Mengkafirkan muslim yang lain yang dianggapnya tidak sehaluan adalah hal yang teramat sangat biasa bagi mereka.

Mereka teramat sangat telengas dan jelas akan sangat mengacuhkan adab. Segala daya upaya akan mereka halalkan, selama syahwat politisnya terpenuhi.

Copyright © 2018 Jejaring Net Online
Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.