Connect with us
mm

Published

on

Bagi saya, pengajian adalah tempat menimba ilmu untuk bekal akhirat. Sungguh sangat rugi bagi saya, jikalau perjalanan akhirat nanti dibebani oleh urusan-urusan dunia yang sarat konflik seperti politik tersebut.

Apapun kemasannya, maka dari siapa saja para pengampu pengajian tersebut akan sangat mudah ditebak ke mana arah pengajian bersangkutan. Rekam jejak para pengampu di masa lalu sampai dengan saat ini menunjukkan warna pengajian yang sesungguhnya akan digelar.


Pengajian dalam bentuk Tabligh Akbar dengan begitu banyaknya peserta, sangat rawan digunakan untuk menggiring jama’ah maupun opini publik untuk kepentingan kelompok tertentu. Alih-alih memberikan pencerahan dan memberikan setitik sinar yang menerangi perjalanan saya kelak, hingar-bingar pengajian ini bisa menggiring saya untuk membenci pihak lain tanpa sadar.

Menjaga hati untuk tidak mudah menghakimi dan apalagi membenci pihak lain itu sangat tidak mudah. Saya tidak ingin ujaran dengan kemasan apapun,  jargon-jargon dari siapapun, dan sumpah-serapah atas nama apapun membuat hati ini kembali kelam.

Cukup lama saya berlatih, semenjak kena serangan stroke dan penyakit berat lainnya, saya berlatih untuk menata hati dan mendekatkan diri kepada Nya. Saya tidak ingin membuat upaya saya bertahun-tahun tersebut sirna dalam sekejab gara-gara ikut-ikutan Pengajian yang rawan ditunggangi demi kepentingan sesaat.

Saya tidak ingin terjebak dalam dikotomi merasa bahwa diri kita adalah yang paling benar VS mereka pasti di pihak yang salah. Dikotomi yang menurut saya justru berlebih-lebihan dan tidak bermanfaat sama sekali bagi perjalanan saya kelak.

Saat ini, saya membiasakan diri untuk bermuhasabah, belajar menguasai diri, menata hati dan mampu melihat bahwa diri saya secara pribadi belum tentu benar. Yang sangat penting adalah jangan terlalu mudah melihat apalagi mengacungkan telunjuk bahwa pihak lain pasti salah.

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.