Connect with us

Internasional

Militan ISIS Melakukan Serangan Bom Bunuh Diri di Raqqa

Published

on

Militan ISIS Melakukan Serangan Bom Bunuh Diri di Raqqa
Militan ISIS Melakukan Serangan Bom Bunuh Diri di Raqqa, Sumber Gambar: militarytimes.com

AMMAN (Reuters) – ISIS mengatakan salah satu pelaku bom bunuh diri dari militannya menewaskan beberapa orang ketika ia meledakkan dirinya pada hari Senin di sebuah gedung publik di kota Raqqa, Suriah, yang berada di bawah kendali milisi yang dipimpin Amerika Serikat, yang dipimpin oleh Kurdi.

Kelompok jihadis garis keras (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang dilaporkan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor berita Amaq yang berafiliasi. Pernyataan itu mengatakan serangan itu menargetkan pusat rekrutmen di Raqqa dan 17 orang tewas atau terluka. Amaq tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Tidak ada reaksi segera dari Syrian Democratic Forces (SDF) yang dipimpin milisi Kurdi, yang merebut kota di timur laut Suriah dari ISIS dengan bantuan penting serangan udara pimpinan Amerika Serikat pada 2017 setelah berbulan-bulan pertempuran yang menghancurkan.

Dua warga Raqqa yang berhasil diwawancarai oleh Reuters mengatakan mereka mendengar ledakan di distrik pusat kota di mana militer SDF berkantor. Milisi telah menutup daerah itu dan jalan-jalan di sekitarnya setelah ledakan, kata penduduk.

Raqqa, yang dinyatakan sebagai ibukota kekhalifahan yang diproklamirkan sendiri oleh ISIS, sekarang dibawa kendali SDF semenjak enam tahun perang saudara Suriah setelah pertempuran berkepanjangan yang menewaskan ribuan warga sipil dan menghancurkan banyak kota.

Membangun kembali dan memulihkan Raqqa, yang dulunya rumah bagi lebih dari 200.000 orang, terbukti menjadi tugas yang monumental.

Sejak kehilangan hampir semua petak besar wilayah yang dibutuhkan dalam serangan kilat di Suriah dan Irak pada 2014-15, ISIS telah kembali ke serangan dan penyergapan dan serangan mematikan.

Beberapa orang di Raqqa membenci kontrol di kota tersebut yang dilakukan oleh milisi Kurdi. Raqqa secara efektif sebagian besar dihuni oleh etnis Arab. Sebagian besar diantaranya keberatan atas kebijakan milsi Kurdi untuk mendaftar wajib militer dan pengenaan pajak yang berat bagi warga sipil.

Sumber: reuters.com

Advertisement
Comments