Connect with us
mm

Published

on

Duta Besar de facto Arab Saudi untuk Indonesia Yahya Al Qahthoni mengunjungi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) di Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Yahya Al Qahthoni merupakan Dubes Saudi yang baru menggantikan Osamah bin Mohammed Abdullah al-Shuaibi. Osamah adalah Dubes yang pernah membuat PBNU melancarkan protes.


Itu karena Osamah melalui akun Twitter-nya menyebut bahwa kegiatan reuni 212 pada Minggu (2/2/2018) merupakan reaksi atas pembakaran bendera di Garut pada Hari Santri Nasional 22 Oktober 2018.

Osamah juga menyebut ormas pembakar bendera di Garut sebagai ormas yang menyimpang.

Dalam kasus di Garut, polisi menetapkan dua anggota GP Ansor, organisasi kepemudaan NU, sebagai tersangka pembakar bendera. Tak lama dari insiden twit, Osamah digantikan Yahya sudah bertugas di Indonesia namun belum menyerahkan credential letters (surat kepercayaan) kepada Presiden Joko Widodo.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengatakan, dirinya dan Yahya Al Qahthoni membahas berbagai isu terkini. Salah satunya kerja sama di bidang pendidikan.

“Pihak kedubes datang kemari untuk memperbaharui, mempertegas bahwa PBNU dengan Arab Saudi akan selalu dalam hubungan baik,” kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj dalam jumpa persnya di Jakarta, Kamis, dikutip Antara.

Said Aqil mengatakan, gesekan yang pernah terjadi antara PBNU dan Saudi itu merupakan hal yang wajar. “Adapun sekali-kali ada gesekan, namanya juga saudara,” kata dia. Dalam kesempatan itu, Said Aqil meminta Kedubes Saudi memperbanyak beasiswa pendidikan.

Said Aqil berharap Saudi memperbanyak beasiswa untuk kalangan PBNU. Saat ini, kata dia, beasiswa banyak dikelola oleh Kementerian Agama.

Atas hal itu, PBNU meminta agar semakin banyak beasiswa yang secara langsung diberikan kepada salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia itu. “Tidak hanya beasiswa keagamaan saja, tapi juga jurusan lain,” katanya.

Sumber: kompas.com

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.