Connect with us
mm

Published

on

Washington (CNN) ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bunuh diri yang menargetkan konvoi lapis baja bersama Amerika Serikat dan Suriah (SDF) di selatan kota Shaddadi, Suriah, pada hari Senin, SITE Intelligence Group melaporkan mengutip kantor berita Amaq yang berafiliasi dengan ISIS.

Tidak ada korban Amerika dalam pemboman itu, kata Kolonel Sean Ryan, juru bicara koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat, kepada CNN.


“Kami dapat mengonfirmasi konvoi gabungan pasukan gabungan Amerika Serikat dan Suriah terlibat dalam serangan VBIED (alat peledak yang diimprovisasi) yang tampak jelas hari ini di Suriah. Tidak ada korban di Amerika Serikat. Kami akan terus meninjau situasi dan memberikan pembaruan yang sesuai, “Kata Ryan.

Serangan itu terjadi setelah ISIS mengklaim pemboman bunuh diri pekan lalu di kota utara Manbij yang menewaskan 14 orang, termasuk empat orang Amerika.

Pasukan “melakukan patroli rutin” pada saat ledakan, kata koalisi Operation Inherent Resolve yang dipimpin Amerika Serikat.

Amaq mengatakan, serangan Senin itu dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri dengan “kendaraan bermuatan bahan peledak” yang menabrak konvoi.
Meskipun beberapa media melaporkan sejumlah kecil korban, SDF menyangkal hal itu, dengan mengatakan “tidak ada korban atau cedera dalam serangan itu,” menurut Ibrahim Ibrahim, Koordinator Media untuk SDF.

“Sebuah bom mobil yang dikendarai oleh seorang penyerang bunuh diri menargetkan patroli, pasukan kami berhasil menanganinya dan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mencegah serangan ini yang menyebabkan korban,” kata Ibrahim.

“Serangan teroris yang menargetkan patroli timbal balik antara pasukan kami dan penyatuan internasional telah gagal karena kesadaran pasukan kami dan itu tidak mencapai tujuannya, kerugian hanya material,” tambahnya.

Mantan utusan Amerika Serikat untuk koalisi anti-ISIS mengatakan Senin bahwa “ISIS tidak dikalahkan” hampir sebulan setelah Presiden Donald Trump mengumumkan dia menarik pasukan dari Suriah dengan alasan bahwa Amerika Serikat telah mengalahkan kelompok teroris.

Brett McGurk, yang mengundurkan diri bulan lalu karena keputusan Trump, membuat komentar dalam sebuah wawancara dengan CNN Christiane Amanpour hanya beberapa jam setelah serangan yang menargetkan pasukan Amerika Serikat terjadi.

Sumber: cnn.com

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement

Serial Terbaru