Connect with us
Pasukan Pemberontak Dukungan Turki Akan Menggantikan Pasukan AS di SuriahBEIRUT (AP) - Pejuang pemberontak dukungan Turki mengatakan Senin mereka sedang bersiap-siap untuk pindah ke Suriah timur bersama pasukan Turki,...
mm

Published

on

BEIRUT (AP) – Pejuang pemberontak dukungan Turki mengatakan Senin mereka sedang bersiap-siap untuk pindah ke Suriah timur bersama pasukan Turki, begitu pasukan Amerika Serikat ditarik mundur dari Suriah. Para Pejuang Pemberontak dan pasukan Turki sudah berkumpul di garis depan yang menuju ke sebuah kota yang dikuasai pasukan Syrian Democratic Forces (SDF) pimpinan milisi Kurdi.

Penarikan Amerika Serikat akan meninggalkan sepertiga timur Suriah yang kaya minyak untuk diperebutkan. Saat ini dikontrol oleh pasukan SDF yang didukung oleh pasukan Amerika selama empat tahun terakhir. SDF sekarang menghadapi ancaman dari tiga musyhnya yaitu pemerintah Suriah, ISIS dan Turki, yang memandang mereka sebagai teroris karena hubungan mereka dengan kelompok pemberontak Kurdi di Turki.


Youssef Hammoud, juru bicara kelompok pemberontak Suriah yang didukung Turki, mengatakan mereka memiliki hingga 15.000 pejuang terlatih yang siap untuk ditempatkan bersama pasukan Turki, dan mereka sudah bersiap untuk merebut Manbij – kota yang dikendalikan oleh pasukan SDF pimpinan milisi Kurdi di Suriah utara di mana pasukan Amerika Serikat berpangkalan.

Hammoud mengatakan “tidak ada alternatif” untuk pasukan Turki dan sekutu mereka menggantikan pasukan Amerika Serikat

“Kami siap melawan Daesh,” kata Hammoud, menggunakan istilah Arab untuk kelompok ISIS, meskipun militan ISIS sebagian besar terlokalisir pada gurun terpencil ratusan mil (kilometer) di tenggara kota Manbij.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan minggu lalu bahwa Amerika Serikat dengan menarik semua 2.000 pasukannya di Suriah, sebuah langkah yang akan membuat kontrol atas sepertiga timur Suriah yang kaya minyak siap untuk diperebutkan.

Ilham Ahmed, seorang pejabat Kurdi Suriah, mengatakan pasukan pimpinan Kurdi sekarang menjangkau sekutu-sekutu baru yang potensial, menggarisbawahi situasi mengerikan yang kini dihadapi kelompok itu.

“Kami akan berurusan dengan siapa pun yang dapat melindungi … stabilitas negara ini,” kata Ahmed.

Ahmed mengatakan pasukannya sedang berbicara dengan Rusia dan pemerintah Suriah – keduanya adalah saingan Amerika Serikat – serta negara-negara Eropa tentang cara-cara untuk menghadapi penarikan Amerika Serikat.

Copyright © 2018 Jejaring Net Online

Laman: 1 2

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.