Connect with us
mm

Published

on

Ada sedikit harapan bahwa pembantaian massal yang ditakuti di provinsi Idlib di Suriah dapat dihindari, setelah rencana de-eskalasi disetujui antara Rusia dan Turki. Pertanyaan berikutnya adalah, seberapa lama kesepakatan ini akan bertahan?

Pengumuman kesepakatan minggu ini memberikan harapan bahwa rencana besar Presiden Bashar al-Assad untuk merebut kembali provinsi itu bisa dipatahkan. Dipatahkan untuk sementara atau selamanya? Kemungkinan besar bahwa kesepakatan tersebut hanyalah bersifat penangguhan sementara.


Sekretaris Jenderal PBB¬†pernah memperingatkan pada Agustus bahwa jika serangan itu benar-benar terjadi, akan mungkin memicu “bencana kemanusiaan” di tempat di mana populasi biasa sekitar satu setengah juta orang diperkirakan telah meningkat dua kali lipat selama konflik, karena banjirnya pengungsi Suriah di Idlib.

Rencana baru-baru ini yang disusun oleh Rusia dan Turki mengusulkan untuk mendemilitarisasi bagian dari wilayah Idlib, harus mengikut-sertakan pemberontak “radikal” untuk menyerahkan senjata dan meninggalkan daerah itu pada pertengahan Oktober. Apakah ini akan berjalan efektif? Sangat kecil kemungkinan untuk benar-benar berjalan efektif.

Hayat Tahrir al-Sham (HTS), kelompok pemberontak radikal afiliasi al-Qaeda, jauh-jauh hari sudah menyatakan menolak kesepakatan tersebut. Kelompok pemberontak terkuat di Idlib ini memilih untuk bertempur sampai titik darah penghabisan. Bahkan kelompok ini pun sudah menafikkan peran Turki dalam menstabilkan wilayah Idlib.

Padahal, kelompok HTS ini adalah faksi tempur terbesar dan terkuat di Idlib, jauh lebih kuat ketimbang kelompok pemberontak dukungan Ankara. Tampaknya membayangkan bahwa area demiliterisasi di Idlib akan secara efektif berhasil, benar-benar bak fatamorgana bagi semua pihak.

Selain itu, Damaskus telah bersumpah untuk mengambil alih “setiap inci” wilayah Suriah, apapun resiko dan seberapapun besar harganya. Sedangkan Rusia sebagai pendukung utama Assad juga sudah bersumpah untuk membabat habis semua kelompok radikal Suriah, yang di mata Moskow dianggap sebagai kelompok teroris.

Suriah dan Rusia memiliki musuh bersama di Suriah yang saat ini sisa-sisa kekuatannya tinggal mengerucut di Idlib. Sangat kecil kemungkinan Suriah dan Rusia akan melepaskan kesempatan emas untuk membabat habis mereka begitu saja, hanya dengan berdasarkan kesepakatan de-eskalasi Rusia – Turki semata.

Sumber Video: france24.com

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.