Connect with us
Media Mainstream Terlalu Berlebihan Memberitakan Artikel Asia SentinelTuduhan sepihak dari salah satu artikel bombastis Asia Sentinel terhadap mantan petinggi RI sebenarnya sejak awal sangat diragukan akurasinya. Sayangnya,...
mm

Published

on

Tuduhan sepihak dari salah satu artikel bombastis Asia Sentinel terhadap mantan petinggi RI sebenarnya sejak awal sangat diragukan akurasinya. Sayangnya, banyak media mainstream nasional yang seolah terlalu bersuka cita dan menelan mentah artikel tersebut benar-benar sangat mencurigakan motif dibalik penayangan tersebut.

Tragisnya, pemberitaan dilakukan secara berulang tanpa didasari konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak terberita. Hal ini menunjukkan bahwa sangat mungkin terdapat tendensi tertentu dari pemberitaan tersebut.


Pihak terberita menengarai bahwa hal ini didasarkan pada motif politis. Menurut saya hal itu sangat mungkin dan setidaknya media mainstream bersangkutan perlu dipertanyakan akurasi pemberitaannya.

Apalagi ini menyangkut pada nama besar sosok mantan petinggi negara dan sekaligus pemimpin partai yang cukup besar di Indonesia. Jelas, pemberitaan berulang tanpa klarifikasi pada sosok bersangkutan (terberita) sangat merugikan pada sosok penting dan kuat tersebut.

Asia Sentinel akhirnya mengakui melalui press release-nya bahwa artikelnya tidak berdasar, menyesal, men-take down artikel bersangkutan dan meminta maaf secara terbuka pada terberita. Yang menjadi masalah, nama baik terberita tidak dapat serta merta dipulihkan dari press release tersebut.

Logikanya, kalau berdasarkan level alexa rank yang cuma dalam kisaran 400 ribuan, Asia Sentinel dapat dikategorikan website yang perlu dipertanyakan kedibilitasnya. Apalagi dengan Platform situs yang hanya menggunakan WordPress own hosting, sangat perlu dipertanyakan keseriusan tata kelola situs bersangkutan. Media mainstream nasional yang memberitakan ulang tulisan pada Asia Sentinel benar-benar gegabah.

Tidak hanya sekedar berlebihan ataupun gegabah, bisa jadi kecurigaan dari pihak terberita bahwa media mainstream tersebut memiliki motif politis dibalik pemberitaan berulang. Sangat mungkin ini juga merupakan upaya untuk menjatuhkan reputasi terberita.

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.