Connect with us
mm

Published

on

Pentagon memantau dan mempertanyakan keberadaan lebih dari selusin kapal perang Angkatan Laut Rusia yang saat ini dikerahkan di Mediterania Timur, dalam jarak tembak Suriah.

Kehadiran kapal perang Rusia muncul ketika pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada CNN bahwa intelijen Amerika Serikat menilai bahwa sekutu Suriah di Suriah telah melakukan serangan udara terhadap fasilitas medis di Idlib, salah satu dari beberapa wilayah yang tersisa yang dikuasai pemberontak di negara itu.


Angkatan Laut Rusia “telah terus membangun kontingen aset angkatan laut yang besar di dekat Suriah dengan lebih dari selusin kapal, banyak dari mereka yang dilengkapi dengan rudal-KALIBR,” kata juru bicara Pentagon Eric Pahon kepada CNN mengacu pada rudal jelajah buatan Rusia.

Para pejabat NATO juga menyatakan keprihatinan tentang kehadiran kapal perang Rusia yang mengatakan bahwa kapal-kapal sekutu di wilayah itu dari Belanda, Kanada, Yunani dan Spanyol telah mengawasi dengan ketat rekan-rekan mereka di Rusia.

Sementara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pengerahan angkatan laut sejumlah 26 kapal dan 34 pesawat dilakukan untuk melakukan latihan militer, Departemen Pertahanan Amerika Serikat mempertanyakan mengapa aset-aset Rusia tetap ada setelah latihan berakhir.

“Orang-orang Rusia mengklaim ini adalah untuk melakukan latihan militer, yang telah mereka umumkan telah selesai. Pertanyaannya tetap, lalu, mengapa kehadiran angkatan laut Rusia masih meningkat di wilayah itu? Apakah ada alasan lain?” Kata Pahon.

Para pejabat Amerika Serikat telah menyatakan keprihatinan bahwa kapal perang Rusia dapat melakukan serangan rudal untuk mendukung serangan rezim Assad terhadap Idlib.

Laman: 1 2

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.