Connect with us
mm

Published

on

Pada hari Sabtu, militer Rusia akan memulai latihan perang seminggu di laut Mediterania, yang melibatkan 25 kapal dan pembom strategis. Kremlin mengakui bahwa latihan itu sangat mungkin terkait dengan situasi terkini di Idlib Syria.

Latihan perang dilakukan di tengah ketegangan tinggi di kawasan itu, dengan Moskow mengklaim bahwa Amerika Serikat mengerahkan aset militer tambahan terhadap Suriah untuk kemungkinan serangan rudal terhadap pasukan pemerintah Suriah. Serangan Amerika Serikat tersebut akan dilakukan dengan dalih serangan senjata kimia yang dilakukan oleh militer Suriah, kata militer Rusia.


Kapal perang bersenjata rudal ‘Marshal Ustinov’ adalah kapal utama dalam latihan perang, yang akan berlangsung hingga 8 September, menurut Kementerian Pertahanan Rusia. Armada Utara, Baltik, Laut Hitam, dan Laut Kaspia mengirimkan kapal tempur dan dukungan untuk latihan perang. Latihan perang ini juga akan melibatkan 30 pesawat, termasuk pembom-pembom jarak jauh Tu-160, Tu-142MK dan pesawat anti-kapal selam Il-38 serta jet tempur Su-33 dan Su-30SM.

Ketika ditanya apakah situasi di Idlib milik Suriah adalah salah satu alasan atas rencana latihan besar-besaran di wilayah tersebut, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Idlib adalah “sarang terorisme dan tidak ada yang baik yang dapat datang darinya, kecuali diambil tindakan”.

“Jadi langkah-langkah keamanan tambahan lebih dari dibenarkan,” tambah Peskov.

Sumber: rt.com

Copyright © 2018 Jejaring Net Online
Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.