Connect with us
mm

Published

on

Ketika pasukan Suriah memobilisasi kekuatan militernya untuk serangan terakhir demi merebut kembali provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak, sebuah tarik menarik perang internasional antara Turki, Iran, Rusia dan Amerika Serikat sedang terjadi yang akan memutuskan nasib dari sekitar dua juta penduduk Idlib.

Merebut Idlib akan memungkinkan pemerintah Suriah untuk akhirnya mendapatkan kembali kendali atas sebagian besar negara untuk pertama kalinya sejak pecahnya perang sipil berdarah pada tahun 2011.


Sementara pasukan Suriah yang didukung oleh angkatan udara dan angkatan laut Rusia yang mempersiapkan serangan terhadap para pejuang pemberontak, termasuk kelompok Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) yang berafiliasi dengan Al-Qaeda, Moskow dan Ankara mencoba untuk menegosiasikan solusi untuk menyelamatkan provinsi dari serangan dahsyat dan menghindari masuknya jutaan pengungsi Suriah ke Turki.

“Saya ragu apakah Turki atau orang lain akan dapat menghindari serangan terhadap Idlib atau pengambilalihan oleh rezim,” kata Joshua Landis, direktur Pusat Studi Timur Tengah di Universitas Oklahoma.

Kecuali Amerika Serikat melakukan sesuatu yang drastis, seperti menerapkan zona larangan terbang di atas provinsi Idlib. Kemungkinan besar, pasukan Suriah yang didukung oleh kekuatan udara Rusia pasti akan merebut kembali Idlib, kata Landis kepada Al Jazeera.

Laman: 1 2

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.