Connect with us
mm

Published

on

Setidaknya sembilan roket menghantam di dekat daerah diplomatik ibukota Afghanistan, Kabul, tempat Presiden Ashraf Ghani menyampaikan pidato untuk menandai awal dari liburan Idul Adha.

Para pejabat Afghanistan pada hari Selasa mengatakan pertempuran pecah antara pasukan keamanan dan kelompok bersenjata di daerah tua kota itu, di mana setidaknya dua orang terluka.


Roket pertama mendarat di dekat istana kepresidenan di mana Ghani sejenak terpaksa menghentikan pidatonya setelah mendengar bunyi keras kemudian mengatakan, “Jika mereka berpikir serangan roket akan membuat pasukan Afghanistan kalah, mereka salah.”

Serangan roket kedua menghantam wilayah di dekat lokasi sebuah kompleks NATO dan Kedutaan Besar AS, menurut pejabat polisi Jan Agha.

Helikopter militer kemudian menembaki milisi bersenjata peluncur roket yang bersembunyi di dekat Masjid Eidgah di distrik Reka Khana di ibukota. Nampak asap membumbung ketika bentrokan sedang berlangsung, menurut kantor berita AFP.

Tidak ada klaim tanggung jawab atas serangan itu, sementara para pejabat polisi Afghanistan mengatakan Taliban berada di belakang serangan roket-roket tersebut.

“Pagi ini sekelompok teroris mengambil alih sebuah bangunan di Reka Khana dan menembakkan beberapa roket ke arah Kabul,” kata juru bicara kementerian dalam negeri Afghanistan, Najib Danish kepada AFP.

Pasukan keamanan Afghanistan membom sebuah rumah tempat yang diduga merupakan tempat dimana roket ditembakkan, meluluh lantakkan rumah tersebut.

Serangan itu terjadi ketika Taliban menolak tawaran gencatan senjata bersyarat dari pemerintah Afghanistan pada hari Senin, mengatakan mereka akan bertahan dengan serangan mereka.

Sebelumnya pada hari Senin, milisi Taliban menyergap tiga bus yang mengangkut hampir 200 penumpang yang sedang bepergian untuk Idul Fitri di wilayah Kunduz utara.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa 160 dari mereka kemudian dibebaskan, sementara setidaknya 20 orang masih ditahan.

“Lebih dari 160 warga sipil telah sampai di rumah dengan selamat, tetapi setidaknya 20 tentara dan polisi telah dibawa ke lokasi yang dirahasiakan oleh Taliban,” Ghulam Rabani Rabani, seorang anggota dewan provinsi di Kunduz, mengatakannya kepada Reuters.

Sumber: aljazeera.com

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement

Serial Drama Terbaru