Connect with us
mm

Published

on

Manajer Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Yaman, Jennie Musto menyatakan keprihatinannya tentang pertempuran yang sedang berlangsung di dalam dan di sekitar pelabuhan Yaman di Hudeidah.

Serangan oleh koalisi yang dipimpin Saudi telah menghadapi kritik dari kelompok-kelompok bantuan internasional – termasuk WHO – yang khawatir pertempuran yang berlarut-larut dapat memaksa penutupan pelabuhan dan berpotensi membuat jutaan orang Yaman menjadi kelaparan.


Sekitar 70 persen makanan Yaman, serta sebagian besar bantuan kemanusiaan dan pasokan bahan bakar masuk melalui pelabuhan Hudeidah.

Sekitar dua pertiga dari populasi negara itu yang berjumlah 27 juta bergantung pada bantuan dan 8,4 juta lainnya beresiko menghadapi bencana kelaparan.

Milisi dan Militer Yaman yang didukung oleh Uni Emirat Arab mengatakan mereka berhasil merebut landasan selatan bandara internasional dekat Hudeidah, ketika pertempuran berkecamuk pada Rabu antara pasukan pro-pemerintah yang didukung oleh koalisi pimpinan Saudi dan pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran.

Koalisi yang dipimpin Saudi meluncurkan serangan besar-besaran untuk merebut kembali Hudeidah Rabu lalu, dengan pasukan darat Emirat yang memimpin pasukan tentara pemerintah dan pejuang milisi pro pemerintah Yaman yang diasingkan di Saudi.

Arab Saudi telah memberikan dukungan serangan udara hebat, dengan panduan penargetan dan pengisian bahan bakar dari pesawat tempur Amerika Serikat.

“WHO sangat prihatin dengan meningkatnya pertempuran di Hudeidah. Pertempuran ini menempatkan lebih dari 600 ribu orang yang berisiko menghadapi kematian di Al-Hudeidah, dan kami sangat prihatin bahwa risiko itu ini atas penyerbuan ke pelabuhan Hudeidah. 70 persen orang di Yaman menggunakan pelabuhan Hudeidah untuk pasokan makanan dan obat-obatan. Yang sangat penting bagi WHO adalah bahwa pelabuhan ini adalah tempat dimana kami memasukkan pasokan medis yang penting. ”

“Apa yang dilakukan WHO untuk membantu dalam situasi itu adalah mengimpor peralatan trauma dan mengimpor obat-obatan, obat-obatan tambahan untuk kolera di mana kolera telah berlangsung di Hudeidah sejak tahun lalu, dan juga mendukung persediaan medis rutin lainnya. WHO sedang mengadakan 24 ambulan lagi untuk membantu mengobati kasus-kasus cedera dan trauma dan sedang menjajaki apakah kita bisa mendapatkan beberapa ahli trauma internasional untuk membantu dalam pengelolaan pasien-pasien ini. ”

Sumber: The Associated Press

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.