Connect with us
mm

Published

on

SANAA, Yaman – Pertempuran sengit terjadi Selasa kelarin di luar bandara kota penting Yaman, Hudeidah. Pertempuran sengit antara ribuan pejuang pro-pemerintah yang didukung oleh pasukan koalisi pimpinan Saudi melawan gerilyawan Syiah Houthi yang didukung Iran.

Pejabat militer Yaman. Brigade Amaleqa yang didukung Uni Emirat Arab, berada diatas angin karena didukung oleh serangan udara dan penembakan altileri berat angkatan laut dari pasukan koalisi pimpinan Saudi, yang telah berusaha menyerbu dari bagian selatan dan barat bandara, kata para pejabat.


Namun, ranjau darat dan penembak jitu Houthi telah menghalangi upaya untuk merebut bandara Hudeidah, kata Pejabat Militer Yaman tersebut.

“Ini adalah area terbuka yang luas dan Houthi telah menebar ranjau darat untuk mencegah kemajuan pasukan kami,” kata seorang pejabat militer Yaman. “Ini adalah pertempuran yang berat.” Pejabat itu mengatakan itu hanya beberapa jam sebelum pasukan pemerintah dukuangan pasukan koalisi pimpinan Saudi, mengambil kendali penuh atas bandara.

Para saksi mengatakan kapal perang dan pesawat tempur dari pasukan koalisi pimpinan Saudi telah menggempur bandara dan sisi timur Hodeida sekitar jam sejak Senin malam, yang bertujuan untuk memotong jalan utama yang menghubungkan provinsi pelabuhan dan ibu kota, Sanaa.

Pasukan pemerintah dukungan pasukan koalisi pimpinan Saudi telah berusaha berhari-hari untuk merebut jalan Kilometer ke 16 untuk mengurung pemberontak Houthi di Hudeidah dan pantai barat dan memblokir pasokan pemberontak dari Sanaa.

Para saksi mengatakan, pertempuran memaksa puluhan keluarga mengungsi dari rumah mereka di daerah sekitar jalan Kilometer ke 16 menuju pedesaan di sisi timur provinsi Hudeidah. Mereka mengatakan para pemberontak telah membuat benteng pertahanan di daerah tersebut, dalam persiapan untuk kemungkinan pertempuran yang akan datang melawan pasukan pemerintah dukungan pasukan koalisi pimpinan Saudi.

Pejabat Senior Houthi, Mohammed al-Resiiti mengkonfirmasi pertempuran sengit masih terjadi di sisi selatan bandara Hudeidah. “Pertempuran sengit terjadi di selatan bandara di bawah sengitnya gempuran udara dari pasukan koalisi pimpinan Saudi, yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tulisnya di Facebook pada hari Selasa.

Insiden pada hari Selasa, koalisi pimpinan-Saudi membom sebuah bus yang membawa warga sipil menewaskan sedikitnya enam orang di pinggiran Hudeidah, kata Yahia Sharaf Eddin, seorang pejabat kesehatan senior yang berafiliasi dengan pemberontak Houthi mengatakan.

Yahia Sharaf Eddin mengatakan empat dari mereka yang tewas adalah perempuan dan bahwa serangan udara itu terjadi di distrik al-Gharasi.

Sebelumnya pada hari itu, para saksi mengatakan serangan udara lainnya menargetkan seorang supir traktor dan asistennya di timur Hudeidah. Sopir itu menggali parit perlindungan untuk pejuang Houthi, kata saksi. Keduanya terbunuh.

Sementara itu, utusan khusus PBB untuk Yaman Martin Griffiths meninggalkan ibukota Sanaa setelah tiga hari pembicaraan dengan para pemimpin pemberontak. Dia memberi penjelasan kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Senin melalui video dari Sanaa tentang usulnya untuk memulai kembali negosiasi politik untuk mengakhiri konflik tiga tahun.

Griffiths tiba di Yaman untuk mencoba menghindari serangan habis-habisan terhadap Hudeidaa.

Koalisi pimpinan Saudi memulai serangannya di kota pelabuhan Laut Merah, Rabu. Pasukan Emirat memimpin pasukan darat yang berbaur dengan milisi bersenjata dan pasukan pendukung pemerintah Yaman yang diasingkan ke Riyadh. Arab Saudi telah memberikan dukungan gempuran udara, dengan panduan penargetan dan pengisian bahan bakar yang berasal dari pesawat militer Amerika Serikat.

Gempuran berat untuk merebut kendali Hudeidah mengancam untuk memperburuk situasi kemanusiaan Yaman.

Serangan tersebut telah menghadapi kritik dari kelompok bantuan internasional, yang khawatir pertempuran yang berlarut-larut dapat memaksa penutupan pelabuhan dan berpotensi membuat jutaan orang warga Yaman menjadi kelaparan. Sekitar 70 persen makanan Yaman dipasok melalui pelabuhan Hudeidah, serta sebagian besar bantuan kemanusiaan dan pasokan bahan bakar lainnya juga dipasok dari pelabuhan tersebut. Sekitar dua pertiga dari populasi negara itu dari 27 juta bergantung pada bantuan dan 8,4 juta sudah dalam kondisi beresiko kelaparan.

Pemberontak Houthi menguasai Sanaa pada September 2014, kemudian mendorong ke selatan menuju kota pelabuhan Aden. Koalisi yang dipimpin Saudi memasuki konflik pada Maret 2015 dan telah menghadapi kritik atas serangan udara hebat yang ribuan membunuh warga sipil dan menghancurkan rumah-rumah sakit dan pasar.

Sumber: CBS News

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.