Connect with us
Netanyahu – Assad Tetap Menjadi Target Israel, Sampai Seluruh Kekuatan Iran HengkangPerdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah mengancam akan terus melakukan serangan militer langsung dengan menargetkan rezim Presiden Bashar al-Assad kecuali...
mm

Published

on

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah mengancam akan terus melakukan serangan militer langsung dengan menargetkan rezim Presiden Bashar al-Assad kecuali semua kekuatan pasukan Iran ditarik dari Suriah.

Ultimatum agresif Israel ke Damaskus adalah eskalasi signifikan dalam konfrontasi di Suriah antara Israel dan Iran.


Pemimpin Suriah itu “tidak lagi kebal, rezimnya juga tidak lagi kebal. Jika dia menyerang kami, kami akan menghancurkan seluruh pasukannya, ”kata Netanyahu saat berkunjung ke London.

Israel telah melakukan sejumlah serangan udara di pangkalan-pangkalan Iran di Suriah dan telah berulang kali menuntut agar Iran, yang dianggapnya sebagai “ancaman eksistensial”, harus menarik pasukan, milisi dukungan dan senjata Iran dari Suriah.

Tapi ini adalah pertama kalinya bahwa telah dinyatakan secara terbuka oleh Israel, bahwa rezim Assad akan dihukum karena kehadiran pasukan Iran, yang telah memerangi ISIS dan militan Islam lainnya.

Netanyahu mengatakan: “Saya pikir ada kalkulus baru yang harus terjadi dan Suriah harus memahami bahwa Israel tidak akan mentolerir keberadaan militer Iran di Suriah yang membahayakan Israel”.

“Konsekuensinya tidak hanya pada pasukan Iran di sana tetapi juga pada rezim Assad, saya pikir itu adalah sesuatu yang harus dia (Assad) pertimbangkan dengan sangat serius.”

Netanyahu menyalahkan Assad secara pribadi atas kehadiran pasukan Teheran di Suriah karenanya Netanyahu memperingatkan kemungkinan intervensi Israel.

“Assad harus mempertimbangkan ini, ketika mereka mengobarkan perang saudara yang mengerikan ini, Israel tidak campur tangan sama sekali. Sekarang perang hampir berakhir, justru dia mengundang Iran untuk bersekutu? ”

Netanyahu menyatakan bahwa tujuannya dalam lawatannya ke sejumlah negara Eropa adalah untuk “mengekspos” bagaimana “Iran melakukan agresi ke satu demi satu negara” dan meminta pemerintah Eropa Barat untuk berbuat lebih banyak “tentang menentang agresi Iran di wilayah tersebut dan mengusir Iran dari Suriah” .

Para pemimpin Prancis, Jerman dan Inggris semuanya telah menyampaikan keprihatinan mereka dengan Netanyahu tentang kekerasan brutal baru-baru ini di perbatasan Gaza di mana puluhan orang Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel.

Menlu Inggris, Boris Johnson, mendesak pemerintah Israel untuk membuka penyelidikan independen atas kematian dan cedera yang dialami oleh pendemo Palestina.

Ketika ditanyakan mengapa metode non-mematikan, seperti meriam air dan peluru karet, tidak digunakan, atau bahkan kebijakan menembak di kaki, ketimbang menembak untuk membunuh, Netanyahu bersikeras: “Kami telah mencoba semua metode ini, namun tidak berfungsi. Ini bukan protes tanpa kekerasan, justru sebaliknya merupakan demo dengan kekerasan.”

“Kami melakukan segala yang kami bisa untuk meminimalkan korban dan pada saat yang sama, juga harus melindungi kehidupan Israel.”

Sumber: independent.co.uk

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.