Connect with us

Opini

Iran Tidak Mungkin Mampu Membalas Serangan Israel Akhir-Akhir Ini

mm

Published

on

Iran Tidak Mungkin Mampu Membalas Serangan Israel Akhir-Akhir Ini
Sumber Gambar: Youtube.com

Setelah serangan kedua yang diduga Israel yang membunuh pasukan Iran di Suriah, Republik Islam memiliki beberapa cara untuk membalas sebagai pemimpinnya bergulat dengan kerusuhan di rumah dan prospek kesepakatan nuklirnya runtuh di luar negeri.

Meskipun telah lama mengancam keberadaan Israel, Iran tidak memiliki kekuatan udara modern untuk menghadapi Israel. Peluncuran rudal balistik juga masih menjadi tanda tanya, mengingat sistem pertahanan anti-rudal Israel, hampir pasti pembalasan besar-besaran Israel dan risiko balasan sekutu Israel akan lebih membahayakan posisi Iran.


Sementara itu, strategi lama Iran yang masih mengandalkan mengandalkan kelompok militan sekutu dan proksi Iran juga menghadapi banyak keterbatasan. Hizbullah, sekarang cukup babak belur dari keterlibatannya dalam perang panjang di Suriah. Hizbullah jelas akan berpikir seribu kali untuk membuka front baru apalagi dengan negara yang memiliki kekuatan militer luar biasa besar seperti Israel.

Serangan Beruntun Israel ke Kepentingan Iran di Suriah

Pada tanggal 9 April, jet-jet tempur Israel menargetkan pangkalan udara T-4 Suriah di pusat provinsi Homs, beberapa jam setelah serangan liliter koalisi pimpinan Amerika Swerikay karena kecurigaannya terhadap serangan kimia di sebuah kota Suriah yang dikuasai pemberontak. Pemboman di pangkalan udara T-4 ini berhasil menewaskan sedikitnya 14 orang milisi pro Suriah, termasuk diantaranya tujuh personil milisi dari Iran.

Pada hari Minggu kemarin, tepat sebelum tengah malam, serangan lain melanda pos pertahanan pemerintah Suriah lebih jauh ke utara, di provinsi Hama dan Aleppo. The Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mengatakan serangan itu, yang menargetkan depot senjata yang berisi rudal permukaan ke permukaan milik milisi Iran di provinsi Hama dan pangkalan militer Suriah di provinsi Aleppo, menewaskan 26 pasukan pro-pemerintah, sebagian besar korban dari mereka adalah diduga personil milisi dari Iran.

Kecurigaan untuk kedua serangan itu segera dialamatkan ke Israel, yang, sebagaimana biasanya, Israel memilih untuk membungkam, tidak membenarkan ataupun membantah telah melakukan pemboman pada target tersebut. Jika jet yang melakukan serangan tersebut benar-benar dilakukan oleh Israel, itu berarti jet-jet tempur Israel berhasil terbang jauh ke wilayah Suriah tanpa terdeteksi oleh sistem pertahanan udara Suriah, karena Hama sekitar 180 kilometer (110 mil) dari Israel.

Laman: 1 2 3 4 5

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement

Info Diskon Terbaru