Connect with us

Berita

A.S. Membekukan Pendanaan Bagi “White Helmets” Suriah

mm

Published

on

A.S. Membekukan Pendanaan Bagi “White Helmets” SuriahKurang dari dua bulan lalu, Departemen Luar Negeri menjamu anggota "White Helmets" di Foggy Bottom. Pada saat itu, "White Helmets"...

Kurang dari dua bulan lalu, Departemen Luar Negeri menjamu anggota “White Helmets” di Foggy Bottom. Pada saat itu, “White Helmets” dihujani pujian karena menyelamatkan nyawa di Suriah.

“Pertemuan kami di bulan Maret sangat positif. Bahkan ada pernyataan dari pejabat senior tentang komitmen jangka panjang bahkan hingga 2020. Tidak ada saran apa pun tentang menghentikan dukungan,” Raed Saleh, pemimpin kelompok “White Helmets”, mengatakan kepada CBS News.


Sekarang mereka tidak mendapatkan pendanaan A.S. karena Departemen Luar Negeri A.S. mengatakan dukungan tersebut “sedang ditinjau ulang.” Amerika Serikat telah menyumbang sekitar sepertiga dari dana keseluruhan grup.

“Ini adalah perkembangan yang sangat mengkhawatirkan,” kata seorang pejabat dari White Helmets. “Pada akhirnya, ini akan berdampak negatif pada kemampuan pekerja kemanusiaan untuk menyelamatkan nyawa.”

“White Helmets”, secara resmi dikenal sebagai Pertahanan Sipil Suriah, adalah sekelompok 3.000 penyelamat sukarela yang telah menyelamatkan ribuan nyawa sejak perang sipil Suriah dimulai pada tahun 2011. Sebuah kelompok bantuan darurat, mereka telah bekerja ke gedung-gedung yang runtuh untuk menghindarkan anak-anak, pria dan wanita dari bahaya. Mereka mengatakan mereka telah menyelamatkan lebih dari 70.000 jiwa.

Setelah tidak menerima pendanaan A.S. dalam beberapa minggu terakhir, White Helmets mulai mempertanyakan apa arti semua kebijakan A.S. ini untuk masa depan mereka. Mereka tidak menerima pernyataan resmi dari pemerintah A.S. bahwa bantuan moneter telah berhenti total, tetapi personil mereka di lapangan di Suriah melaporkan bahwa dana mereka telah dipotong tanpa alasan yang jelas.

White Helmets menyatakan telah memiliki “rencana darurat” jika pendanaan dihentikan selama satu atau dua bulan, tetapi mereka khawatir tentang kelangsungan hidup mereka jika pembekuan ini diberlakukan dalam jangka panjang.

“Jika ini adalah penghentian jangka panjang atau permanen, itu akan berdampak serius pada kemampuan kami untuk memberikan intensitas dan kualitas layanan yang sama yang saat ini kami berikan kepada warga sipil,” kata Saleh.

Sumber: CBS News

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement

Info Diskon Terbaru