Connect with us
mm

Published

on

Trump tiba-tiba dilaporkan memutuskan kemarin untuk mempertahankan pasukan daratnya di Suriah beberapa saat lagi, berbanding terbaik dengan deklarasinya pada hari Selasa bahwa sudah waktunya untuk membawa pasukan pulang karena “kami telah sukses melakukan tindakan militer yang luar biasa terhadap ISIS.

Ide Yang Buruk

Mengakhiri kehadiran A.S. di Suriah adalah ide yang buruk. Pasukan A.S. telah memberikan dukungan dan intelijen yang berharga kepada pasukan Kurdi lokal yang memerangi ISIS dan kadang-kadang terlibat dalam pertempuran langsung. Penarikan A.S. akan merupakan kemenangan strategis bagi pemerintah Bashar al-Assad, karena patronnya Iran dan Rusia dan sangat mungkin bagi ISIS itu sendiri, memungkinkan kelompok tersebut mendapat kesempatan untuk mengambil alih kekosongan keamanan semenjak ditinggal oleh kekuatan militer Pentagon.


Kehadiran militer A.S. yang relatif kecil masih diperlukan untuk melatih warga Kurdi Suriah dan pada kesempatan langka untuk melaksanakan misi operasional melawan target bernilai tinggi yang rentan sekelas ISIS. Ini tidak seperti apa yang dicoba di Irak dan Afghanistan – yang merupakan pembangunan bangsa, bukan kontraterorisme – dan argumen Trump dalam hal ini dapat dikatakan benar untuk menyatakan bahwa biaya yang dikeluarkan di negara-negara tersebut jauh melebihi manfaat yang ditimbulkannya bagi Amerika Serikat.

A.S. Membutuhkan Ketahanan Strategis

AS membutuhkan ketahanan strategis ketimbang keluar dari Suriah. Komitmen harusnya akan terus berlanjut, selama ISIS dan kelompok-kelompok teror serupa hadir, sampai saatnya pasukan lokal Syrian Democratic Forces (SDF) yang didominasi milisi People’s Protection Units (YPG) Kurdi, mau dan mampu bersaing dengan kelompok teror tersebut.

Ini bukan sekedar perang konvensional melawan musuh konvensional. Tidak akan ada penyerahan diri, tidak ada upacara penyerahan diri dari pihak yang dikalahkan oleh militer Amerika Serikat. Perjuangan melawan teroris yang merupakan orang yang dipersiapkan untuk membunuh orang-orang tak berdosa dan mati demi tujuan politik berbalut agamis, masih akan berlanjut dalam jangka yang sulit untuk diprediksikan. Ini juga penting, mengingat begitu banyak korban orang-orang yang tidak berdosa sebagaimana yang pernah terjadi 9/11 beberapa tahun yang lalu.

Intinya

Kesuksesan harus didefinisikan sebagai mengurangi masalah terorisme, bukan sekedar mengakhiri ISIS yang keberadaannya kebetulan bermula dari Suriah (Raqqa). Trump seharusnya memperhitungkan hal ini, selaras dengan penasehat dan para jederal militernya tentang apa yang akan dibutuhkan Amerika Serikat sebenarnya.

Sumber Video: The associated Press

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.