Connect with us
Militer Suriah Nyaris Dipastikan Merebut Ghouta Timur SepenuhnyaPemerintah Suriah semakin dekat untuk mengambil kendali penuh Ghouta Timur pada hari Senin karena media pemerintah melaporkan bahwa para pejuang...
mm

Published

on

Pemerintah Suriah semakin dekat untuk mengambil kendali penuh Ghouta Timur pada hari Senin karena media pemerintah melaporkan bahwa para pejuang mulai mengungsi dari kantong pemberontak mantan kubu oposisi terakhir di dekat Damaskus.

Sebuah kesepakatan yang dijembatani oleh Rusia telah dilaporkan pada hari Minggu, menghasilkan kesepakatan bahwa milisi Jaish al-Islam, kelompok pemberontak terbesar yang masih tinggal di Ghouta, sepakat untuk meninggalkan kota utama di daerah kantung Douma.


Tetapi para pemberontak belum mengkonfirmasi perjanjian itu, di tengah laporan tentang perpecahan dalam kelompok itu ketika pejuang garis keras menolak untuk meninggalkan wilayah yang mereka kuasai.

Perebutan kembali Ghouta Timur akan menandai tonggak utama dalam upaya Presiden Bashar al-Assad untuk mendapatkan kembali kendali atas wilayah yang pernah direbut oleh faksi pemberontak selama perang sipil Suriah selama tujuh tahun.

Pasukan Assad telah merebut kembali 95 persen Ghouta Timur sejak melancarkan serangan udara dan darat di daerah kantong yang dikepung pada 18 Februari, menewaskan 1.600 warga sipil dan menggusur puluhan ribu lebih.

Media pemerintah pada hari Senin mengatakan pejuang Jaish al-Islam dan keluarga mereka telah mulai meninggalkan Douma, dalam persiapan untuk mereka menuju ke kota yang dikuasai pemberontak di Suriah utara.

“Sekelompok bus yang membawa sejumlah teroris Jaish al-Islam dan keluarga mereka meninggalkan Douma dalam persiapan mereka diangkut ke Jarabulus,” kata kantor berita negara SANA.

Televisi pemerintah Suriah mengatakan enam bus meninggalkan Douma, satu-satunya tempat oposisi yang bertahan enam minggu setelah dimulainya serangan.

Pemberontak Suriah telah bernegosiasi dengan Rusia, sekutu penting Assad, selama berhari-hari atas kesepakatan untuk mengevakuasi Douma.

Pada Minggu malam, kantor berita Rusia Interfax mengutip Jenderal Yuri Yevtushenko mengatakan “kesepakatan awal” telah dicapai untuk mengevakuasi para pejuang Jaish al-Islam dari Ghouta Timur.

Laman: 1 2

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.