Connect with us
mm

Published

on

Turki tidak akan mundur atas kesepakatan rudal dengan Rusia yang telah membuat beberapa sekutu NATO berang dan tdak berkenan, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Pengumuman itu dibuat pada pertemuan puncak yang bertujuan memperkuat hubungan antara kedua negara. Berbicara di konferensi pers bersama dengan Vladimir Putin, Rusia, Erdogan bersikeras bahwa “subjek telah ditutup.”


Pada saat konferensi pers bersama, Putin juga mengatakan bahwa Rusia akan mempercepat pengiriman rudal anti-pesawat jarak jauh S-400.

Sebelumnya pada hari itu, kedua pemimpin telah mengumumkan dimulainya pembangunan pembangkit nuklir pertama Turki, yang akan dibangun oleh badan energi nuklir Rusia.

Sumber: Euronews

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.