Connect with us

Published

on

Al Jazeera Media Network adalah organisasi berita global utama, dengan 80 biro di seluruh dunia. Kesediaan saluran Al Jazeera Arab asli untuk menyiarkan pandangan yang berbeda, misalnya pada call-in shows, menciptakan kontroversi di Negara-negara Arab di Teluk Persia. Stasiun itu mendapat perhatian dunia setelah pecahnya perang di Afghanistan, ketika kantornya ada satu-satunya saluran untuk meliput perang itu secara langsung.

Al Jazeera Media Network dimiliki oleh pemerintah Qatar. Al Jazeera Media Network telah menyatakan bahwa mereka secara editorial independen dari pemerintah Qatar karena jaringan tersebut didanai melalui pinjaman dan hibah ketimbang subsidi pemerintah Qatar. Para kritikus menuduh Al Jazeera sebagai outlet propaganda bagi pemerintah Qatar.


Jaringan ini kadang-kadang dianggap memiliki perspektif yang terlalu Islamis, mempromosikan Ikhwanul Muslimin, dan memiliki pandangan bias yang pro-Sunni dan anti-Syiah dalam pelaporannya tentang isu-isu regional. Namun, Al Jazeera bersikeras bahwa itu mencakup semua sisi perdebatan berdasarkan sudut pandang dari berbagai pihak.

Pada Juni 2017, pemerintah Saudi, Emirati, Bahrain, dan Mesir menuntut penutupan stasiun berita sebagai salah satu dari tiga belas tuntutan yang dibuat ke Qatar selama Krisis Qatar 2017. Jaringan media lain telah berbicara mendukung jaringan. Menurut majalah The Atlantic, Al Jazeera menyajikan wajah yang jauh lebih moderat, kebarat-baratan ketimbang jihadisme Islam atau ortodoksi Sunni yang kaku.

Sumber: aljazeera.com

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA

Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.