Connect with us

Opini

Ketika Masih Bisa Menulis Dan Mengotak-Atik Kode di Komputer

mm

Published

on

Ketika Masih Bisa Menulis Dan Mengotak-Atik Kode di Komputer

Hanya tinggal satu hal ini yang saya nikmati dari sisa-sisa umur saya. Menulis rutin, mengotak-atik kode, dan bermain-main dengan algoritma saja yang membuat saya bahagia.

Gelar akademik, bahkan segala hal yang berbau-bau menara gading keilmuan dalam bentuk apapun sudah tidak lagi membuat hati ini bahagia. Hanya kode-kode njlimet dari algoritma itulah yang membuat hati saya merasa nyaman dan kuat.


Ketika saya masih dapat bermain dengan huruf dalam menulis, kode-kode algoritma rumit yang membuat hidup saya masih merasa berarti. Sisanya, sudah saya lupakan bahkan terkadang saya anggap sebagai beban batin saja.

Disinilah saya dapat bermain kembali seperti ketika masa kanak-kanak bermain kuda-kudaan dari pelepah pisang. Pelepah pisang yang harus saya kerat sedemikian rupa menyerupai bentuk muda kepang yang dapat membuat saya berlarian kesana-kemari solah sedang main kuda lumping.

Doktor, riset, keilmuan dan segala tetek bengeknya dalam benak saya sudah hilang entah kemana. Saya sudah pada titik nadir, yang sudah merasa ketidaknikmatan posisi fatamorgana menara gading tersebut.

Saya masih dapat mensyukuri nikmat ketika masih dapat bermain-main dengan huruf, kode dan algoritma dari laptop tua saya. Inilah yang membuat saya merasa masih hidup dan sedikit bersemangat, sembari menunggu bilamana waktunya tiba.

Saat-saat ketika matahari sudah mulai condong ke barat, dan saatnya matahari harus tenggelam total. Saat-saat yang teramat sangat saya tunggu, agar saya segera dapat beristirahat total dan dapat menatap Nur Mu ya Rabb, walaupun mungkin hanya sekilas dan sekejab saja.

Ketika jemari ini masih bisa menulis, bermain-main dengan kode-kode yang bukan menjadi latar belakang pendidikan saya, seolah saya menemukan dunia baru yang tidak lagi terkungkung dengan gelar akademik yang melekat secara kebetulan pada nama saya.

Dari balik setiap huruf, karakter dan terangkum dalam kata kalimat dan ataupun kode yang berkumpul menjadi sebuah algoritma inilah saya semakin paham dan yakin akan kebesaran Mu ya Rab. Disinilah dunia baru saya yang sepi dari segala keramaian duniawi, dan Insya Allah, doaku untuk mengagungkan kebesaran Mu melekat pada setiap huruf tersebut, ya Rabb.

Sumber Gambar: regenthouse.org.uk

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.