Connect with us

Published

on

Banyak profesi yang digeluti oleh manusia di muka bumi ini salah satunya adalah profesi guru (dosen). Setiap profesi memiliki ciri khas masing-masing dan memiliki ukuran kinerja yang berbeda-beda. Salah satu profesi yang Masjoen geluti saat ini adalah menjadi seorang pengajar (dosen). Orang sekilas memandang profesi ini merupakan profesi yang membanggakan dan dengan penghasilan yang lumayan tinggi. Bagaimana tidak untuk meniti profesi tersebut minimal harus berpendidikan S2 (magister). Tentu yang baru lulus strata 1 tidak bisa ikut andil dalam formasi tersebut.

Masjoen sudah lebih dari 10 tahun menghayati profesi ini. Suka dan duka telah Masjoen rasakan dalam meniti profesi tersebut. Terdapat 3 tugas penting bagi seorang dosen yang dikenal dengan tri dharma perguruan tinggi. Tugas pertama adalah menjalankan tugas pendidikan dan pengajaran. Tugas pertama ini tentu terkait dengan peran dosen sebagai agen perubahan. Mendidik dan mengajar tentu bukan tugas yang sederhana. Dosen harus memiliki kompetensi yang cukup agar mampu menyuguhkan menu yang bagus bagi mahasiswanya. Mengajar, mendidik, dan membangun karakter mahasiswa dengan latar belakang yang bervereasi tentu bukan pekerjaan yang mudah. Dosen harus dapat menjadi contoh bagi mahasiswanya, dan ini bukan pekerjaan yang sepele. Seiring dengan keluarnya Undang-undang guru dan dosen, tentu tuntutan kualitas menjadi yang utama dalam melaksanakan dharma pertama ini.


Tugas berikutnya yang lebih sulit lagi menurut Masjoen adalah tugas melaksanakan penelitian dan publikasi. Meskipun sudah ada insentif dari Kemenristek dikti dengan hibah kompetitif namun pada kenyataannya tidak semua dosen mampu meraihnya. Dalam amatan Masjoen tugas penelitian dan publikasi ini belum semua dosen dapat melakukannya dengan baik. Banyak faktor yang memengaruhi, misalnya biaya, waktu, dan kemampuan meneliti (metodologi). Banyak diantara dosen yang sibuk mengajar sehingga lupa meneliti. Selanjutnya, tugas ketiga bagi seorang dosen adalah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Ilmu yang telah dimiliki oleh dosen harus dapat dirasakan oleh segenap masyarakat. Dengan demikian dosen tidak berdiri di menara gading keilmuannya, tetapi harus membumi yaitu ilmunya harus dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.

Tugas-tugas yang telah Masjoen paparkan tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Terlebih untuk penelitian, saat ini dosen dituntut dapat melakukan publikasi dalam jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi. Ini butuh pemikiran dan biaya lebih lanjut. Oleh karena itu menjadi dosen harus memiliki kemewahan waktu, dana dan kemampuan yang cukup agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Kesejahteraan dosen juga harus menjadi perhatian karena, bagaimana mau melakukan penelitian, publikasi dan pengabdian masyarakat dengan baik jika kesejahteraan dosen belum terpenuhi. Ataukah harus dibalik ya melakukan penelitian dulu dengan baik baru sejahtera ya?. Tentu logikanya tidak dapat dibalik-balik seperti itu.

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.