Connect with us
mm

Published

on

Sebuah jet Rusia terbang dalam jarak 1,5 m dari ujung sayap pesawat pengintai AS di atas Laut Baltik pada hari Senin, kata pejabat AS.
Pertemuan tersebut dianggap “tidak aman” karena “terjadi pada kecepatan  yang sangat tinggi di Rusia dan kontrol,” kata beberapa pejabat.

Namun Rusia membantahnya, dengan mengatakan bahwa pesawat AS tersebut telah melakukan langkah “provokatif”.


Sementara itu, sebuah jet NATO juga telah memepet sebuah pesawat Rusia yang membawa Menteri Pertahanan Rusia, kata laporan media Rusia.

Jet tempur F-16 kemudian dihalau dan dikejar oleh jet militer Su-27 Rusia di atas Baltik, menurut kantor berita milik negara Tass. Sat itu, Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu sedang dalam perjalanan ke Kaliningrad Rusia, melewati perairan internasional, namun tidak ada rincian lebih lanjut.

Insiden tersebut terjadi di tengah ketegangan baru antara Washington dan Moskow, yang dipicu oleh ditembak jatuhnya jet Suriah di AS setelah jet tersebut menurut AS telah menargetkan gabungan milisi pemberontak Suriah (SDF) dukungan AS.

Sebagai tanggapan, Rusia, kemudian memperingatkan pada hari Senin kemarin bahwa jet-jet koalisi pimpinan AS yang terbang di wilayah udara Suriah akan diperlakukan sebagai target. Pada hari Selasa, militer AS juga menembak jatuh pesawat drone buatan Iran yang bersenjata di wilayah udara Suriah.

Insiden pertama di Baltik, pada hari Senin, terjadi 25 mil (40 km) dari Kaliningrad, juga di atas perairan internasional.

Juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis mengatakan kepada wartawan: “Kami terbang di wilayah udara internasional dan tidak melakukan apapun untuk memprovokasi.”

Apa yang terjadi pada hari Senin hanyalah insiden terbaru dalam pola insiden yang terus berlanjut dimana pesawat Rusia dan NATO saling memepet dalam jarak dekat.
Narasi kedua belah pihak sangat berbeda namun NATO berependapat bahwa perilaku Rusia yang lebih agresif sebagian besar dapat dikatakan salah – ini merupakan tanggapan terhadap peningkatan keberadaan militer NATO di Eropa setelah kasus Krimea.

Ketegangan ini berisiko kecelakaan dan cedera namun sangat berbeda dengan situasi di wilayah udara Suriah dimana AS, sekutu koalisinya dan pesawat tempur Rusia dan Suriah semuanya terlibat dalam operasi tempur.

Tidak seperti di Eropa, ada hubungan langsung antara komandan Rusia dan AS untuk menghindari insiden berbahaya ini – dan walaupun Rusia mengatakan bahwa perjanjian menghindari benturan kekuatan udara di wilayah udara Suriah telah dihentikan oleh Rusia, setelah AS menembak jatuh sebuah jet Suriah – pihak AS menegaskan bahwa saluran pembicaraan tentang hal tersebut tetap terbuka.

Pesawat pengintai RC-135 AS telah terbang dengan membawa transponder-nya, sehingga terlihat oleh pesawat lain, tambah jubir militer AS. Namun kementerian pertahanan Rusia mengatakan bahwa pesawat tersebut adalah pesawat AS yang berperilaku berbahaya, sehingga sebera dicegat dan dikawal oleh jet tempur Su-27 Rusia.

“Selama mengawal, kru RC-135 melakukan upaya untuk memprovokasi jet tempur Su-27 Rusia,” kantor berita Tass mengutip pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia. Sekitar 10 menit kemudian, pesawat pengintai AS lainnya tiba, dan pesawat tersebut juga disergap oleh pesawat jet Su-27, kata kementerian Pertahanan Rusia.

Sumber: CBS News, CNN

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.