Connect with us
Pada Kondisi Seperti Ini, Hanya Allah Dan Keluargalah Yang Terbaik Bagi KamiKok jadi melo dan cengeng gini ya? Ya nggak lah. Ini adalah saat-saat yang paling membahagiakan saya, ketika kami sekeluarga...
mm

Published

on

Kok jadi melo dan cengeng gini ya? Ya nggak lah. Ini adalah saat-saat yang paling membahagiakan saya, ketika kami sekeluarga saling bermaaf-maafan sehabis Sholat Ied. Sayangnya, karena kaki dan perut saya masih bermasalah dan jalan kaki ke lapangan Ngetiran cukup jauh, akhirnya saya disarankan untuk menjadi penunggu rumah saja.

Alhamdulillah, sehabis Shalat Ied, sebagimana keluarga-keluarga muslim lainnya kami saling bermaaf-maafan, kami pun melakukan ritual rutin tahunan yang sangat membahagiakan ini. Setidaknya, diantara keluarga kami akan semakin lebih saling menyayangi satu sama lain, dan lebih berkomitmen untuk saling menjaga antara satu sama yang lain.


Iya memang saya sempat meneteskan air mata, walaupun saya coba tahan sekuatnya. Salah satu hal yang membuat saya meneteskan air mata adalah rasa haru dan syukur yang teramat dalam, bahwa sampai dengan lebaran ini, saya masih diberi kesempatan untuk menemani anak istri tercinta.

Ternyata memang benar adanya bahwa Hanya Allah dan keluargalah yang terbaik bagi saya. Tentu saja demikian adanya dengan keluarga-keluarga yang lain.

Yang membuat rasa syukur saya semakin membuncah adalah anak-anak saya semakin besar dan semakin dewasa. Semoga ke depannya mereka dapat selalu menyayangi dan menjaga ibunda tercintanya.

Saya tidak terlalu berharap banyak, dan hanya tersebut diatas yang paling saya harapkan bagi anak-anak saya. Semakin pinter, semakin bertanggungjawab, semakin dewasa dan semakin menyayangi ibundanya. Saya juga berharap agar¬†mereka semakin tawadu’, qana’ah dan semakin mendekatkan diri pada yang Esa.

Saya mungkin bukanlah contoh sebagai bapak yang baik, semoga mereka minimal dapat mencontoh perilaku ibunya. Bapak yang tidak terlalu banyak dapat mengajarkan segala kebajikan dan hanya dapat memberikan contoh untuk sekedar selalu berusaha keras untuk menghidupi keluarga. Contoh-contoh kehidupkan lainnya yang baik, biar mereka belajar pada ibunya.

Dari merekalah saya tidak pernah merasa kesepian. Dari kucing-kucing kami, jugalah saya merasa masih memiliki teman untuk bercengkerama.

Mereka adalah keluarga, kerabat dan teman-teman terbaik bagi saya. Nikmat-nikmat seperti ini lebih dari cukup bagi saya. Semoga Allah SWT selalu menjaga dan me-ridhoi mereka. Amin.

Sumber gambar: Dakwatuna

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.