Connect with us
mm

Published

on

Terlepas dari keberhasilan usaha Densus 88 anti teror yang berhasil melumpuhkan berbagai kelompok teror yang akhir-akhir ini cukup mengagetkan dan sangat diapresiasi masyarakat, patroli cyber juga perlu digalakkan dengan segera. Saya yakin bahwa hal ini sudah dllakukan oleh aparat keamanan, namun aparat yang terkait dengan pengaksesan informasi melalui media cyber juga harus turut serta meningkatkan andilnya dalam usaha penangkalan kegiatan teror.

Radikalisasi melalui media cyber sat ini memang banyak terjadi, dan nyaris sulit sekali ditangkal oleh aparat keamanan. Berseliwerannya informasi yang berbau radikal sangat mudah dicari di media cyber.


Bahkan, informasi cara membuat bom dengan bahan dasar yang mudah didapat di pasaran sangat mudah dicari di media cyber. Cara membuat TATP dan bahkan HMTD yang jelas berlipat kekuatannya ketimbang black powder ataupun yellow powder ini sangat mudah didapat dan relatif sangat murah.

Nyaris, bahkan seorang yang tergolong awam dan jika tekun mempelajarinya, maka sangat mungkin membuat bahan peledak super berbahaya ini. Bilamana mereka pernah belajar kimia di sekolah sekelas SMU saja, maka sangat mungkin untuk membuat campuran bahan dasar bom yang sangat berbahaya ini.

Pengantin bom Tangerang kemarin terbukti dibekali dengan bom rice cooker yang banyak kalangan mengecilkan arti dan berbahayanya berbahayanya bom ini. Jangankan sebesar rice cooker, sebesar gengaman tangan saja, jika diarahkan ke spot yang tepat, bom ini dapat menimbulkan ledakan yang sangat dahsyat.

Beberapa waktu yang lalu, saya mencoba mengamati berseliwerannya komentar maupun opini tentang bom rice cooker ini. Sebagian besar diantara kita cenderung mencibir dan menyepelekannya. Sungguh sangat disayangkan. padahal, pihak kepolisian sudah menjelaskan bahwa dalam radius 300 meter, bom ini masih sangat menghancurkan.

Sebagai ilustrasi (terlihat pada video diatas) bagaimana pengujian ledakan bom dari white powder (TATP) sebesar rice cooker yang tidak dikemas dalam kondisi vakum seukuran rice cooker. Ledakannya sangatlah mengerikan, dan jikalau dikemas dalam kondisi vakum seperti rice cooker ataupun panci presto, maka akan jauh berlipat.

Jikalau bom ini dibuat dengan bahan dasar HMTD, maka kekuatannya nyaris dua kali lipat TATP. Bayangkan jikalau ini diledakkan dikerumunan massa, dan didalamnya dicampur proyektil semacam mur, baut, paku dan lainnya.

Sudah selayaknya, aparat terkait melakukan koordinasi untuk menangkal semua informasi berbahaya ini. Semua aparat terkait dan masyarakat harus berkoordianasi dan bahu membahu untuk menangkal segala keungkinan terjadinya teror. Itu jelas bukan hanya tugas dari Densus 88 saja.

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.