Connect with us
mm

Published

on

Tentu saja, Rusia juga tahu dan memperlajari hasil survei yang dilakukan oleh perusahaan Barat, bahwa mayoritas rakyat Suriah (mebih dari 50%) masih ingin Assad untuk terus menjadi Presiden Suriah, dan lebih dari 80% responden menyalahkan AS yang justru menciptakan para jihadis.

Bagaimana dengan masyarakat di Turki, sebelumnya, pemerintahan Erdogan telah mengindoktrinasi rakyat Turki bahwa Assad presiden jahat (iblis laknat), selaras dengan keinginan pemerintahan Obama dan Barat. Saat ini, Turki mulai terbuka matanya pasca kudeta gagal, bahwa teman mereka sebenarnya bukanlah Barat dan Amerika Serikat (termasuk NATO). justru Rusia yang selama ini menjadi sekutu Assad (si Iblis laknat).


Turki mulai sadar bahwa ‘revolusi demokratik’ Suriah sebenarnya merupakan invasi asing oleh para jihadis fundamentalis yang dipekerjakan dan dipersenjatai oleh Amerika Serikat, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan UEA, untuk  dan menanam pemimpin fundamentalis Sunni (Wahabi) ke Suriah.

Erdogan juga mulai paham dengan jelas bahwa sebagian besar milisi pemberontak di Suriah adalah para jihadis yang telah disewa oleh pemerintah Saudi dan pemerintah Qatar, dan dpersenjatai oleh Amerika, untuk menggulingkan pemerintah Suriah. Satu kelompok milisi pemberontak lainnya di Suriah adalah milisi Kurdi, yang didukung oleh pemerintah Obama untuk memecah Suriah sehingga membuat negara Kurdi yang terpisah di ujung utara Suriah sepanjang perbatasan Turki yang mayoritasnya adalah Kurdi Suriah. ham ini pasti juga menyadarkan Turki akan sangat membahayakan dalam negeri Turki yang memiliki jumlah penduduk Kurdi yang sangat besar pula.

Lucunya, Amerika Serikat justru sangat ingi menggulingkan pemerintah Suriah, yang dipimpin oleh Partai Baath (partai sekuler Suriah). Amerika sebenarnya sadar betul bahwa walapun kebanyakan etnik Arab di Timur Tengah, sangat bersikeras untuk menerapkan hukum Syariah. Namun mayoritas Arab Suriah adalah pengecualian. Partai Baath adalah partai yang didukung oleh mayoritas Suni Suriah plus beragam minoritas lainnya. Hal ini berarti bahwa mayoritas rakyat Suriah secara implisit sebenarnya menginginkan pemerintahan sekuler atau dalam arti luas sebenarnya juga menentang hukum Syariah. Suriah adalah negara paling sekuler di Timur Tengah.

Nampaknya Erdogan mulai sadar teringat kembali tragis nya nasib Morsi kompatriotnya di Ikhwanul Muslimin yang dikhianati dan digulingkan oleh junta militer Mesir yang didukung secara terang-terangan oleh Saudi. Pasca kudeta militer Mesir, hanya erdogan lah yang secara terbuka menentang kudeta militer tersebut dan menentang keras penggulingan Morsi.

Pola kudeta gagal di Turki sebenarnya cetak biru dari pola penggulingan Morsi di Mesir. Untungnya, pada detik terakhir justru Putin lah yang memberitahu rencana busuk tersebut ke Erdogan, bukan sekutu Arab, Amerika Barat dan sekutu NATO nya. Satu konsep yang ingin diterapkan pada dua negara yang berbeda dengan hasil yang berbeda pula.

Inilah yang membuat sekarang Erdogan merapat ke Rusia dan Iran, yang membuatnya menjadi lebih lunak ke Assad akhir-akhir ini. Kebetulan, Iran, Irak, Suriah dan Turki juga mendapatkan ancaman separatisme yang sama dari Kurdi yang kebetulan didukung oleh Amerika Serikat dan Barat. Mereka merasa senasib sepenanggungan dan kebetulan hanya Rusia yang mau secara nyata memfasilitasi mereka. Apalagi, mereka juga merasakan susah, sengsara dan repotnya mendapatkan ancaman teror dari ISIS. Mereka kemudian merapatkan barisan untuk mengatasi kesulitan bersama. Itulah mengapa serbuan militer Turki ke Suriah utara pastilah juga atas sepengetahuan Suriah, Irak, Iran dan Rusia.

Laman: 1 2 3

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.