Fiksi & Diary

Sensasi Jagung Bakar “Renyah” Di Pantai Parangtritis, Jogja

Published

Parangtritis, pantai pasir hitam ini menjadi jujugan utama dan salah satu pantai favorit bagi para wisatawan yang datang ke Jogja. Kecantikan matahari yang bisa dinikmati ketika mulai tenggelam dari sini tentu sudah biasa. Naik kuda sambil berjalan-jalan di tepi pantai juga pasti tidak sedikit yang sudah menikmatinya. Nah, kali ini akan dibahas apa sih hal yang tidak biasa yang bisa kamu temui dan kamu coba ketika berada di Parangtritis. Sebenarnya ini bukan hal yang langka atau gimana sih tapi seru untuk dicoba. Karena ada sensasi tersendiri bila mencobanya. Coba tebak apa?

Yap yap. Jagung Bakar. Jiah, jagung bakar mah apanya yang baru? Jadi begini, sambil curhat dikit ya. Waktu itu sore hari main ke Parangtritis. Mau menikmati sunset ceritanya. Ya udin, sewa tikar di pinggir pantai sambil nunggu semburat orange datang di ufuk barat #beuh, ufuk jare. Berhubung si sunset masih cukup lama, tak tahanlah mulut untuk mengunyah. Akhirnya, diputuskan untuk membeli jagung bakar yang dijajakan di dekat tempat leyeh-leyeh. Setelah jagung matang ya disantap dong ya. Ini nih sensasi yang bikin merinding dan berbeda, wkwkwk. Alasannya adalah karena ketika kita mengunyah si jagung bakal ada sensasi “krenyes-krenyes” dari pasir yang berterbangan. Namun tenang saja, rasanya sih oke-oke saja. Ya, selayaknya jagung obong, eh jagung bakar. Nyatanya 3 jagung ludes dan berakhir di perut.  Kalau mau merasakan sensasi “krenyes-krenyes” makan jagung bakar ini, datanglah ketika kemarau atau ketika angin agak kencang, hihihi.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Advertisement