Connect with us
mm

Published

on

Pernahkah ide brilian kita ditolak orang lain, kolega atau pimpinan kita? Pasti pernah dong. Kecuali bagi kita-kita yang hidupnya garing tanpa ide sama sekali. 

Pada kondisi seperti itu pastilah wajar jika ada perasaan kecewa, gemas, mangkel, ataupun kesal luar biasa. Namanya juga manusia lumrah, ya pastilah punya perasaan. Apalagi sudah ditolak idenya, kemudian dilengkapi dengan kecurigaan-kecurigaan tanpa alasan. Ibarat sudah jatuh ketimpa tangga.


Apakah kita harus memelihara perasaan lebay tersebut berlarut-larut sepanjang waktu? Ya janganlah. kita akan rugi sendiri dan justru membuat kita akan terjebak pada perasaan-perasaan melo yang justru menghambat kreatifitas kita.

Cobalah kita ambil sisi positifnya, dan lakukan langkah-langkah positif rasional untuk merealisasikan ide kita, misalnya:

Lakukan komunikasi yang lebih cerdik untuk merealisasikan ide-ide kita pada orang-orang bersangkutan. Bisa saja ide kita ditolak karena mereka belum paham sepenuhnya terhadap kemanfaatan ide kita. Atau, bisa jadi memang kita yang kurang jago berkomunikasi sehingga orang lain sudah eneg duluan ketika mendengarkan paparan kita.

Kalau saluran komunikasi ulang yang sudah kita perbaiki sedemikian rupa tetap gagal total dan benar-benar macet, ya jangan langsung patah arang dan kemudian mutung kesarung. Tegarlah dan tetap semangat. Coba realisasikan ide tersebut dengan kekuatan kita sendiri dan kemanfaatannya toh nanti menjadi milik kita mutlak. 

Kalau ternyata sumberdaya yang kita miliki tidak mampu digunakan untuk merealisasikan ide-ide kita, carilah partner atau donatur yang baik. Diantara sekian milyar orang di seluruh dunia, pastilah ada salah satunya yang memahami dan mau mendukung ide-ide kita. Yang penting kita jujur, mau melakukan sharing kepada partner baru kita secara jujur dan fair, serta mampu menghargai kontribusi partner baru kita secara baik.

Jadi, jangan pernah patah arang ketika ide ditolak. Nyantai saja. Toh mereka sendiri nanti yang rugi karena nggak mampu menangkap ide dan niat baik kita? Ngapain mikirin mereka. Iya tho? Anggap saja mereka bukan habitat kita. Tetaplah melangkah ke depan dan carilah celah untuk merealisasikan ide kita. Jikalau berhasil, maka akan mendatangkan kepuasan tiada tara.

 

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.