Connect with us
Gak Perlu Galau Ketika Kita Diremehkan Orang LainLho orang yang menganggap gampang pekerjaan kita kok malah dikasih kesempatan? Mereka khan telah menghina kita.  Enak pada dianya tapi...
mm

Published

on

Lho orang yang menganggap gampang pekerjaan kita kok malah dikasih kesempatan? Mereka khan telah menghina kita.  Enak pada dianya tapi nggak enak pada kitanya dong.

Eit. Jangan sewot dulu. Ada  banyak hal yang harus kita pahami hakekat kemanfaatannya atas masalah tersebut. Jika kita mampu menangkap kemanfaatan fenomena kurang enak tersebut, justru akan mendorong kita untuk menghasilkan karya yang lebih baik, dan menjadi manusia yang lebih dewasa. Kira-kira manfat apa saja yang bisa kita tangguk?


Pertama, kita akan mendapatkan koreksi dan review gratis dari orang lain atas segala pekerjaan yang kita lakukan. Bisa jadi, pekerjaan yang kita lakukan memang levelnya remeh-temeh dan perlu ditingkatkan performance lebih baik lagi. Itu harus kita terima dengan penuh syukur agar kita bisa melakukan pekerjaan dan membuat inovasi-inovasi baru yang lebih baik.

Kedua, ketika pekerjaan kita dianggap remeh-temeh oleh beberapa pakar yang menjadi sahabat kita, dan kemudian beliau-beliau bersedia menggantikan kita dalam pekerjaan tersebut, maka kita bisa mempelajari diam-diam apa saja yang dilakukan oleh para pakar tersebut ketika beliau-beliau melakukan pekerjaan hebat yang tidak sekedar pekerjaan gampangan yang kita lakukan selama ini. Itu adalah kursus gratis bagi kita.

Ketiga, ketika ternyata beliau-beliau menghasilkan karya yang tidak lebih hebat dari yang pernah kita lakukan, maka entah diakui atau tidak kita ternyata telah mampu melakukan pekerjaan minimal setara dengan yang dilakukan oleh para pakar tersebut. Ini secara tidak langsung merupakan legitimasi tiddak resmi bahwa kita telah mencapai titik kepakaran mereka pada pekerjaan yang sama. paling tidak, kita telah melakukan sesuatu yang sangat baik tanpa harus nggampangke pekerjaan orang lain.

Keempat, kita diberi kesempatan untuk belajar ikhlas, belajar memberi kesempatan orang lain untuk membuktikan kemampuannya, serta belajar untuk mampu meredam rasa sakit atas penyepelean hasil kerja kita oleh orang lain. 

Kita harus berterimakasih pada mereka karena telah mendorong kita untuk menghasilkan karya yang lebih baik. Ingat kata bijak Albert Einstein:

“I am thankful to all those who said no. It\’s because of them, I did it myself.”

Jadi, ambil sisi positifnya ketika kita diremehkan oleh orang lain. Nggak perlu sewot, galau dan melo banget sampai-sampai menyanyikan terus lagu si Cita Citata.

\”Sakitnya tu disini……. di dalam hatiku…………. blla..ba…bla.. \”

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.