Connect with us
mm

Published

on

Mowaffak al – Rubaie duduk di kantornya dengan patung Saddam Hussein di belakangnya, dimana pada leher patung tersebut terlilit sebuah tali yang digunakan untuk menggantung sang \”diktator Irak\” .

Mowaffak al – Rubaie, Mantan Penasihat Keamanan Nasional , yang mengawasi eksekusi Saddam pada tahun 2006, mengatakan bahwa Saddam tetap perkasa sampai tarikan nafas terakhir, dan sama sekali tidak pernah memohon maaf.


\” Saddam Huseein Seorang kriminal ? Mungkin saja benar . Seorang pembunuh ? Bisa jadi. Seorang tukang jagal? Tidak mustahil. Tapi dia terbukti perkasa sampai akhir.

\” Saya menjemput Saddam di pintu ruang eksekusi. Tidak ada yang menyertai kami – tidak ada orang asing, dan tidak ada orang Amerika, \” Rubaie mengatakan dalam sebuah wawancara dengan AFP di kantornya di daerah Kadhimiyah Utara Baghdad, dekat penjara tempat eksekusi Sadam Hussein berlangsung tujuh tahun yang lalu.

\” Dia mengenakan jaket dan kemeja putih , nampak normal dan santai, hebatnya, saya tidak melihat tanda-tanda ketakutan.  Tentu saja, banyak pihak yang ingin saya untuk melaporkan bahwa ia pingsan ketakutan atau paling tidak ia dibius, namun faktanya ia tetap tegar dan perkasa sampai nafasnya yang terakhir, \” kata Rubaie .

Saddam Hussein, yang memerintah Irak selama lebih dari dua dekade digantung pada 30 Desember 2006 setelah didakwa bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan untuk 1982 pembunuhan 148 warga Syiah di Dujail .

Beberapa orang-orang Irak yang merindukan masa kembali sayang pada saat pemerintahan Saddam, terutama stabilitas internal Irak yang sangat terjaga di masa itu, yang kontras dengan kondisi sekarang dimana kekerasan brutal terjadi hampir di setiap waktu sejak penggulingan dirinya tanpa ada siapapun yang mampu mengendalikannya.

\”Ketika saya membawanya , dia diborgol dan memegang Quran , \” kata Rubaie . \” Saya membawanya ke ruang pengadilan terakhir, di mana hakim membacakan daftar dakwaan. Namun, Saddam justru menunjukkan keberanian yang luar biasa. Dia selalu mengulangi teriakkannya : \” Matilah Amerika ! Matilah Israel ! Hidup Palestina ! Binasalah majus Persia ! \”

Rubaie kemudian membawa Saddam ke ruang di mana ia akan dieksekusi. \” Dia berhenti , memandang tiang gantungan , lalu dia memandang  saya dengan tatapan matanya yang tajam sambil berkata: \” Dokter , saya akan buktikan bahwa saya seorang laki-laki (sejati)\” .

Ketika tiba waktunya untuk Saddam untuk dinaikkan ke tiang gantungan, kakinya masih terikat, sehingga Rubaie dan lain-lain harus menyeretnya menaiki tangga.

Tepat sebelum ia digantung , eksekutor mengejeknya dengan teriakan \”Hidup Imam Mohammed al- Sadr Baqr ! ………….. Moqtada! Moqtada \”, Saddam tidak menghiraukannya dan hanya menjawab dengan enteng : \”kalian benar-benar cecunguk\”.  Rubaie dia segera menarik tuas untuk menggantung Saddam, tetapi tidak berhasil, baru setelah dilakukan pengulangan oleh eksekutor kedua Saddam berhasil digantung.

Tepat sebelum  digantung, Saddam mulai membaca bukti keimanannya sebagai seorang Muslim. \” Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah , dan Muhammad … , \” …………. sayangnya, tuas gantungan tiba-tiba ditarik sebelum ia bisa mengucapkan Syahadat secara lengkap.\” 

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.

Serial Terbaru

Advertisement