Connect with us
mm

Published

on

Tadi malam saya sempat dikunjungi dan jagongan sejenak dengan sahabat-sahabat gaple saya, Mas Warjo, Mas Tarjo, dan Mas Tri beserta keluarga. Ada sesuatu kabar yang membuat saya sedih sekaligus kecewa, ternyata kampung yang mulai saya cintai ini sudah terkontaminasi oleh budaya mabuk-mabukan dan tawuran. Lebih parahnya lagi dilakukan justru di malam Idul Fitri yang amat sangat kita muliakan  dan terjadi  sekitar 50 meter dari lingkungan Masjid.

Saya sungguh tidak bisa mengerti, mengapa begitu cerobohnya para orang-orang tua yang menjadi juragan mereka untuk merayakan malam lebaran dengan cara membelikan berbotol-botol minuman keras. Apakah ini yang dimaksudkan dengan memuliakan dan menyenangkan anak muda? Bukankah itu lebih dekat dengan niatan meracuni semua aspek kehidupan mereka? Membuat was-was para orang tua mereka?


Bagi para donatur acara foya-foya semalam, apa salahnya dana yang hanya untuk foya-foya dan sok-sokan tersebut digunakan untuk membangun masjid, memperkuat ekonomi warga, meningkatkan harkat dan martabat kampung, ataupun minimal disumbangkan untuk lampu penerang jalan. Masih banyak warga kita yang hidupnya pas-pasan. Harga sebotol minuman keras sekelas Congyang bisa digunakan untuk bertahan hidup paling tidak sehari bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu. Apalagi kalau puluhan botol, bisa digunakan untuk bertahan hidup saudara-saudara kita sebulan lebih. Kedermawanan sampeyan apabila digunakan dengan benar akan berbuah manis karena doa-doa tulus dan mustajab saudara-saudara kita.

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.