Connect with us
mm

Published

on

Beliau bukan orang kaya raya atau seorang politisi papan atas. Beliau bukanlah anak dari keluarga terkemuka maupun pemimpin berpengaruh. Namun, para sahabatnya begitu sangat mengaguminya. Bahkan musuhnya ssekalipun sangat menghormatinya. Pesan-pesannya begitu merasuk kedalam uluhati si kaya dan si miskin, laki-laki dan perempuan, tua dan muda, intelektual dan buta huruf, warga perkotaan dan petani pedesaan. Beliau sangat membenci penindasan dan mendedikasikan seluruh hidupnya berjuang untuk melawan itu. Pada saat kematiannya yang tragis, banyak orang, termasuk teman-teman Kristennya, menentang perintah pemangku pemerintahan saat itu, untuk tidak berpartisipasi dalam pemakamannya. Begitu banyak orang  yang berani mempertaruhkan hidup mereka hanya demi memberikan penghormatan terakhir kepada keluarga yang ditinggalkannya.

Namanya adalah Hasan al-Banna, seorang Imam, seorang pemimpin, dan juga pembaharu yang warisannya tidak hanya mempengaruhi setiap gerak langkah Muslim di Mesir saja, tetapi juga menginspirasi kaum tertindas, kaum reformis dan aktivis akar rumput di seluruh dunia sampai masa kini. Lebih dari 50 tahun setelah kematiannya pada tahun 1949 dan dengan semua perkembangan sosial-ekonomi, politik dan budaya modern saat ini, buah pikirannya tak lekang oleh jaman sama sekali. 


Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA

Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.