Connect with us
mm

Published

on

Ketika saya ingin mengembangkan Indonesia Article Research Network (IARN) banyak sekali orang yang menganggap bahwa saya sudah tidak waras lagi. Tidak sedikit yang mencibir dan menganggap bahwa tingkat ke-error-an saya tambah parah. Bahkan, ketika saya tawarkan proyek ini kepada institusi dmana tempat saya bernaungpun banyak yang menganggap saya sedang ngelindur di siang bolong. Akhirnya, pelan-pelan mulai saya susun menggunakan dana saya sendiri, otak saya sendiri, tenaga saya sendiri, dan juga mendesainnya dengan jari-jari saya sendiri.

Saya sedikitpun tidak menyalahkan mereka semua. Dalam banyak hal, proyek pengembangan IARN adalah proyek yang sangat tidak masuk akal dalam segala hal.

Pertama, DIKTI dan LIPI maupun beberapa perguruan tinggi sendiri sudah mengembangkan proyek tersebut dengan basis Open Journal System yang luar biasa kesohor tersebut.


Kedua, latar belakang saya memang bukan orang TI. Saya banyak belajar coding dalam berbagai bahasa dengan cara otodidak. Bahkan menyentuh bukunyapun belum pernah sekalipun.

Ketiga, proyek ini adalah proyek ambisius, dimana ingin memberikan wadah untuk pengelolaan e-journal di Indonesia yang masih sangat sedikit yang mau memikirkannya. Biaya pengembangannya tidaklah sedikit. Belum lagi sumberdaya yang harus dikerahkan juga luar biasa besar bagi ukuran saya. Seorang Mbahwo bisa dikatakan secara logika sangat tidak mungkin bisa mewujudkannya sendirian.

Keempat, selain proyek ambisius, IARN adalah situs yang nantinya mustahil dikembangkan sebagai profit center. Bahkan mungkin biayanya akan membengkak jauh lebih besar.

Tetapi, saya sangat berkeyakinan waktu itu, bahwa niatan yang baik, pasti ada jalan keluarnya entah dari mana. Saya berusaha keras dan bekerja keras untuk mewujudkannya. hampir semua resources yang ada di jejaring.net, dan lainnya saya tumpahkan ke proyek ini. Sampai-sampai Mokase.net saya tutup hanya demi fokus ke proyek ini.

Apakah nantinya akan berhasil? Saya tidak mau berandai-andai. Yang jelas, saat ini bangunan proyek sudah jadi. Sistem sudah jalan sebagaimana harapan saya. Walaupun saya masih bermimpi untuk mengembangkannya lebih lanjut, tetapi paling tidak bangunan utamanya sudah jadi.

Apakah ada yang bersedia memanfaatkannya? Dalam hal ini sayapun tidak mau berandai-andai. Yang penting, saya sudah berniat baik dan bekerja ekstra keras untuk menyumbangkan kemampuan saya yang sangat terbatas ini pada lingkungan akademis yang sangat saya cintai. 

Apakah ini termasuk dalam salah satu amalan yang baik dimata Sang Pencipta? Saya juga tidak akan berandai-andai dan terlalu mengharap. Allah Maha Tahu apa yang ada dalam pikiran kita. Bahkan yang tersembunyi sekalipun.

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.