Connect with us
mm

Published

on

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat ditanya oleh sahabat yang kebetulan lama tidak berjumpa. Setelah ngobrol ngalor-ngidul, kemudian pembicaraan mulai agak serius. Salah satu yang dibicarakan beliau adalah perlunya kita mempersiapkan segera proposal-proposal penelitian, karena saat ini lagi musim hibah penelitian dari Dikti.

Salah satu pertanyaan Beliau yang agak membuat saya gagu adalah ketika menanyakan mengapa saya lama sekali sudah tidak melakukan penelitian lagi. Lho, pertanyaan itu jelas keliru fatal. Sejak kapan saya pernah melakukan penelitian?


Lha wong jangankan penelitian, yang dimaksud dengan meneliti saja saya ini masih kebingungan memaknainya dengan baik. Apalagi sekelas penelitian yang dibiayai Lembaga Negara. Itu namanya ngoyoworo.

Melakukan penelitian yang sebenarnya itu pastilah tidak mudah. Disamping harus memiliki kompetensi yang tinggi juga memang jago betul dalam metodologi. Lha wong kompetensi saja gak punya, kemampuan dibidang metodologi saja nggak jegos, kok disuruh meneliti. Itu namanya sama dengan meminta matahari terbit dari barat.

Lha nek saya dibilang bahwa saya pernah melakukan penelitian, itu namanya fitnah. Saya ini maksimal baru sampai tahapan penengok saja. Belajarpun belum. Kadang menengok isu-isu penelitian terbaru, kadang menengok artikel riset yang menarik, kadang belajar statistika dan metodologi riset sedikit-sedikit.

Sekarang, lebih seringnya ya bergulat dengan code untuk membuat situs, karena coding sendiri menurut saya adalah kegiatan yang paling nyaman untuk saya pahami. Gak neko-neko, gak ngoyoworo, jelas implementasinya, dan langsung terlihat tampilan, manfaat, dan kegunaannya.

Lha nek ditanya tentang masalah Regresi, SEM, Neural Network, dan sebangsanya itu namanya mau nyiksa saya. Itu khan ngelmunya orang-orang pinter, yang kemampuan algoritma matematisnya sudah pok-pokan. Apalagi kalau sudah dikaitkan dengan  masalah pembentukan hipotesis sampai ke masalah Grand Theory. Walahhhhhhhhh…….jian saya ini ra mudheng babar blas. Lha nek Grand Slam, saya agak tahu, karena pas nonton ESPN, sering ada pertandingannya. Grand Prix juga agak tahu, lha wong pas nonton balapan sering disebut-sebut istilahnya. Grendel, saya tahu karena pas belanja buat mbenahi dapur itu saya harus beli barangnya di toko bangunan. Lha nek Grand Theory itu apa ya Teori tentang Grand-Grand-an? Khan enggak toh? Lha terus maksudnya apa jal?

Lha wong dulu kuliah statistika saja ngulang 6 kali. Kuliah metodologi riset mengulang 8 kali. Itupun lulusnya juga gara-gara dikasihani sama dosennya, dan cuma dapet nilai D. Atau mungkin sungkan karena saya lebih tua darinya. Lha gimana, wong  gara-gara nggak lulus-lulus mata kuliah statistika dan metodologi riset sehingga menua di kampus. Makanya akhirnya saya dipanggil Mbahwo.

Ah…..wis ah, saya mau Grand Ngorok. Maksudnya Ngorok berat, atau tidur pules saja sambil ngiler.

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.