Connect with us

Opini

Pasca Pengakuan Ratna Sarumpaet, Narasi Apa Yang Akan Dibangun Kembali?

Diunggah:

on

Pasca Pengakuan Ratna Sarumpaet, Narasi Apa Yang Akan Dibangun Kembali?Pasca kasus pengakuan Ratna Sarumpaet bahwa dirinya melakukan operasi plastik dan tidak dianiaya, sangat mungkin akan dimunculkan narasi-narasi baru. Jelas,...

TV STREAMING

Pasca kasus pengakuan Ratna Sarumpaet bahwa dirinya melakukan operasi plastik dan tidak dianiaya, sangat mungkin akan dimunculkan narasi-narasi baru. Jelas, langkah pertama kemungkinan besar adalah cuci-tangan dan ini berarti harus mengorbankan Ratna Sarumpaet.

Langkah pembangunan narasi-narasi baru ini diupayakan untuk membalikkan kemungkinan penurunan elektabilitas salah satu pasangan Capres – Cawapres. Yang lebih menakutkan adalah narasi yang berusaha membalikkan logika bahwa Ratna Sarumpaet adalah sosok yang disusupkan oleh pendukung pasangan Capres – Cawapres lainnya.


Langkah cuci – tangan itu adalah mangkah wajar dan sangat umum dilakukan ketika ada bukti kuat bahwa salah satu unsur kelompoknya terbukti kuat melakukan kejahatan dan rawan untuk ditangkap tangan oleh aparat.  Narasi yang dibangun berikutnya adalah sebegitu jujur, lugu dan kesatria-nya Capres – Cawapres kelompoknya. Kalau ini sih sah-sah saja.

Narasi ikutan selanjutnya yang akan dibangun dan ini cukup membahayakan pasangan Capres – Cawapres lawannya adalah membangun narasi bahwa Ratna Sarumpaet adalah penyusup yang sengaja di masukkan ke kelompok mereka, untuk mendestruksi elektabilitas kelompok bersangkutan dari dalam. Ini mungkin sah secara politis, namun apakah sah secara etika? Wallahu A’lam.

Narasi-narasi ini akan dikemas sedemikian rupa untuk membalikkan keadaan agar kemungkinan compang-campingnya elektabilitas pasangan Capres – Cawapres yang mereka dukung tidak akan terlalu berdampak serius saat Pilpres ke depan. Namun, narasi-narasi yang dibangun ini sejatinya juga pasti akan sangat membahayakan elektabilitas Capres – Cawapres lawan mereka.

Seberapa besar bahaya narasi tersebut bagi elektabilitas pasangan Capres – Cawapres lawan, tergantung kemampuan daya tangkis pendukung Capres – Cawapres bersangkutan terhadap serangan balik narasi yang dibangun oleh kelompok lawan mereka. Juga tergantung kepada seberapa canggih strategi pe-narasi-an baru yang dibangun oleh kelompok yang sebelumnya pendukung berat Ratna Sarumpaet.

Kalau hanya membahayakan elektabilitas Capres – Cawapres lawan sih itu tidak terlalu bermasalah serius bagi bangsa ini. Namanya juga strategi politis, pasti kemungkinan besar akan menggunakan berbagai cara untuk mempecundangi lawan politiknya.

Yang sangat membahayakan adalah kalau narasi-narasi yang dibangun tersebut mengakibatkan benturan akar rumput di bawah. Penggalangan dan penggiringan opini bisa sangat membahayakan jikalau ditelan mentah oleh masyarakat baik yang pro pada kelompok yang membangun narasi-narasi baru tersebut.

Fanatisme, motivasi serta syahwat politik yang berlebihan untuk mempecundangi pasangan petahana beserta seluruh kekuatan pendukungnya, akan sangat membahayakan jikalau tidak disikapi secara dewasa oleh kedua belah pihak. Apalagi jikalau kekuatan ini berniat untuk menggerakkan kekuatan akar rumput untuk mengobarkan upaya benturan horizontal.

Semoga dalam kontestasi Pilpres di masa yang akan datang semua pihak menggunakan cara-cara yang lebih elegan, jujur dan semata-mata berniat demi kebaikan bangsa ini. Membangun narasi demi kepentingan politik adalah hal yang wajar. Namun narasi yang tidak jujur, serampangan dan berniat hanya demi menghancurkan popularitas kelompok lawan juga akan sangat membahayakan bagi kelangsungan iklim demokrasi yang sudah mulai membaik di negeri ini. Bahkan yang jauh lebih membahayakan adalah jikalau narasi-narasi tersebut memporak-porandakan rajutan kebersatuan dari bangsa ini.

Sumber Video: cnnindonesia.com

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement