Connect with us
mm

Published

on

Benar adanya akhir-akhir ini kita sedang dirundung berbagai bencana alam. Faktanya memang benar-benar terjadi bencana alam dan menimbulkan banyak korban.

Sayangnya ada sebagian kelompok yang melakukan cocoklogi untuk melakukan pembenaran, bahwa budaya yang tidak sesuai dengan kepercayaannya mereka menjadi alasan munculnya berbagai bencana tersebut. Suatu pembenaran yang ujung-ujungnya melegitimasi tindakan untuk mendestruksi budaya peninggalan nenek-moyang yang sudah dilakukan bertahun-tahun.


Akal sehat dan fakta sains bahwa negara kita memang terletak di “ring of fire” diabaikan sama sekali. Negeri yang terletak tepat diatas tumbukan berbagai lempeng benua yang pasti akan rawan bencana gunung berapi, gempa, dan kemungkinan besar menimbulkan tsunami.

Fakta kondisi alam di Indonesia yang rawan bencana alam harusnya disikapi secara arif dan mengedepankan akal sehat untuk melakukan tindakan mitigasi bencana yang optimal, walaupun jangan lupa bahwa doa harus selalu kita panjatkan agar di lindungi oleh Nya.  Tindakan mitigasi bencana nampak lebih elok dan masuk akal ketimbang melakukan cocoklogi atas nama keyakinan semata. Bukankah kita dikaruniai akal pikiran agar selalu berakal sehat pada tataran dimana logika seharusnya ditempatkan?

Benar adanya bahwa sesuai keyakinan kita, bahwa harus selalu menaati perintah Nya. Kita yakini bahwa tujuan akhir dari perjalanan hidup kita adalah untuk mendapatkan ridho dari Nya dan salah satu keinginan kita diantaranya adalah agar terhindar dari mara bahaya termasuk di dalamnya bencana alam ketika kita hidup di dunia.

Namun, menghindari fakta sains, akal sehat dan apalagi serta-merta menafikkan budaya setempat sungguh-sungguh tindakan yang sangat tidak bijaksana. Sains itu salah satu pelengkap untuk mempertajam akal sehat dan menjadi dasar kita untuk bertindak secara rasional. Sementara budaya setempat adalah “given” yang harusnya bisa diakulturasi demi syiar agama, bukan menjadi sarana untuk di obrak-abrik demi pembenaran tindakan kita dengan alasan keyakinan kelompok tertentu.

Laman: 1 2

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.