Connect with us

Opini

Mencoba Mengenal Sang Fenomenal, Tutut Herawan

Published

on

Mencoba Mengenal Sang Fenomenal Tutut Herawan
Tutut Sebagai Guest Lectures Mahasiwa Semester 1 Prodi TI Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sumber Gambar: teknik.ump.ac.id

TV STREAMING

Siang tadi, saya ikut undangan rapat di UTY. Para pimpinan menjelaskan segala paparan yang sudah disiapkannya.

Semua paparan beliau-beliau menarik, namun yang paling menarik bagi saya adalah penampilan dari Tutut Herawan, Ph.D., yang kebetulan memaparkan pemikirannya pada akhir sesi. Sejujurnya, baru kali ini saya mengikuti uraian Beliau.

Kepercayaan diri yang sangat tinggi, dengan penyampaian dengan bahasa yang smart, dan terkadang diselingi humor, membuat saya mencoba mencari-cari informasi tentangnya.  Ternyata dugaan saya benar adanya.

Tutut adalah sosok luar biasa dimana saat ini merupakan tiga terbanyak publikasi internasional dari ribuan dosen PTN maupun PTS. Dimana sejumlah artikel internasionalnya 22 diantaranya terindeks oleh Scopus dan Google Scholar.

Umurnya relatif masih sangat muda, kelahiran tahun 1981, namun sudah Associates Profesor di Universiti Malaysia Pahang. Dari situs resmi umexpert.um.edu.my setidaknya ada 51 artikel berskala internasional. Itu belum artikel berskala internasional yang dinaungi oleh institusi lainnya.

Selain sebagai peneliti yang bagus, Tutut juga sosok yang menjadi reviewer dari berbagai jurnal-jurnal internasional bereputasi tinggi (terindeks di Scopus). Dari laman Scopus, sebanyak 273 artikel riset Tutut (baik riset mandiri mapun bersama), sudah di sitasi sebanyak 996 artikel riset dari berbagai negara.

Bagi saya, capaian Tutut ini termasuk dalam ukuran fenomenal dengan umur yang masih semuda itu. Saya benar-benar salut kepadanya.

Sungguh beruntung bagi UTY dapat menggaetnya sebagai salah satu pilar utama penggerak bagi publikasi internasional dan pembuatan jurnal internasional. Semoga bergabungnya Tutut dapat menjadi pijakan bagi dosen-dosen UTY untuk Go International dalam publikasi riset-risetnya.

Ada banyak tawaran slot publikasi internasional (puluhan) yang disuguhkan oleh Tutut siang tadi pada para dosen di UTY. Semuanya gratis dan dijamin terindeks di Scopus.

Semua dosen nampak antusias menerima tawaran dari Tutut, termasuk saya juga. Namun sayangnya, saya merasa sudah terlalu tua, kondisi fisik tidak memungkinkan dan pertimbangan kemampuan analisis saya yang sudah menurun drastis, maka saya tidak dapat ikut bergabung untuk memanfaatkan tawaran bagus tersebut.

Sisa waktu yang saya miliki saat ini akan saya utamakan untuk fokus memohon ampunan kepada Nya atas segala dosa saya dimasa lalu. Mencoba sumeleh dan berusaha mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk perjalanan kelak, kala waktunya tiba.

Saya hanya bisa ikut berbahagia, mangayubagyo dan mendoakan agar kawan-kawan sukses Go International artikel-artikel risetnya.  Sukses selalu kepada teman-teman dosen, selamat berjuang meraih impian.

Sekali lagi salut kepada Mas Tutut (panggilan Mas biasa saya gunakan untuk memanggil anak muda yang umurnya jauh di bawah saya). Sukses selalu dan semoga semakin menginspirasi para dosen di UTY untuk Go International, terutama para dosen-dosen muda.

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.