Connect with us

Peristiwa & Opini

Amerika Serikat Pertimbangkan Opsi Militer, Jika Suriah Menggunakan Senjata Kimia di Idlib

Published

on

Amerika Serikat Pertimbangkan Opsi Militer, Jika Suriah Menggunakan Senjata Kimia di Idlib
Amerika Serikat Pertimbangkan Opsi Militer, Jika Suriah Menggunakan Senjata Kimia di Idlib, Sumber Gambar: youtube.com

TV STREAMING

Jendral tertinggi di Amerika Serikat mengatakan bahwa dirinya terlibat dalam “dialog rutin” dengan Presiden Donald Trump tentang opsi militer, seandainya Suriah mengabaikan peringatan Washington terhadap penggunaan senjata kimia dalam serangan yang diduga terjadi di daerah kantong Idlib.

Jenderal Marinir Joseph Dunford, Ketua Kepala Staf Gabungan, mengatakan belum ada keputusan yang dibuat oleh Amerika Serikat untuk menggunakan kekuatan militer sebagai tanggapan terhadap serangan kimia masa depan di Suriah.

“Tetapi kami sedang berdialog, dialog rutin, dengan presiden untuk memastikan dia tahu di mana kami berkenaan dengan perencanaan jika senjata kimia digunakan,” kata Dunford kepada wartawan selama perjalanan ke India.

“Trump mengharapkan kita memiliki opsi militer, dan kami telah memberikan pembaruan kepadanya tentang pengembangan opsi militer itu,” Dunford kemudian menambahkan.

Presiden Suriah Bashar al-Assad telah menumpuk kekuatan militer dan pasukan sekutunya di garis depan di Idlib, dan pesawat Rusia telah bergabung dengan pembombardiran target pemberontak di sana, sebagai pendahuluan serangan darat yang diduga besar-besaran, meskipun ada keberatan dari Turki.

Pekan ini, seorang utusan Amerika Serikat mengatakan ada banyak bukti bahwa senjata kimia sedang dipersiapkan oleh pasukan pemerintah Suriah di Idlib.

Gedung Putih telah memperingatkan bahwa Amerika Serikat dan sekutunya akan merespon “dengan cepat dan penuh semangat” jika pasukan pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia di Idlib.

Trump telah dua kali membom Suriah atas dugaan penggunaan senjata kimia, pada April 2017 dan April 2018.

Pejabat tinggi militer Perancis juga mengatakan pekan lalu pasukannya siap melakukan serangan terhadap sasaran-sasaran Suriah jika senjata kimia digunakan di Idlib.

Idlib adalah satu-satunya kubu pertahanan yang masih tersisa bagi milisi pemberontak. Serangan militer pemerintah Suriah bisa menjadi pertempuran terakhir yang menentukan perang.

Presiden Turki, Iran dan Rusia pada hari Jumat gagal menyepakati gencatan senjata yang akan mencegah serangan, mungkin pertempuran besar terakhir dalam perang yang telah menewaskan lebih dari setengah juta orang dan memaksa 11 juta orang meninggalkan rumah mereka.

Ditanya apakah masih ada peluang serangan terhadap Idlib dapat dihindari, Dunford mengatakan: “Saya tidak tahu apakah ada sesuatu yang dapat menghentikannya.”

“Ini tentu mengecewakan tetapi mungkin tidak (mengejutkan) bahwa Rusia, Turki dan Iran tidak dapat menemukan solusi kemarin,” kata Dunford.

Sumber: sbs.com.au

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement