Connect with us

Peristiwa & Opini

Erdogan Mengancam A.S. dan Sekutunya, Untuk Mencari Kawan Baru

Published

on

Erdogan Mengancam A.S. dan Sekutunya Untuk Mencari Kawan Baru
Sumber Gambar: telegraph.co.uk

Recep Tayyip Erdogan telah memperingatkan bahwa Turki akan “mencari teman baru” setelah AS membuat “jengkel dan kesal” Ankara dengan sanksi yang memicu krisis mata uang Turki.

Presiden Turki mengatakan kepada timpalannya Donald Trump untuk menghormati kedaulatannya “sebelum terlambat”, menjalin hubungan antara sekutu NATO hingga pada titik terendah dalam beberapa dekade.


Erdogan mengancam bahwa, “kegagalan untuk membalikkan tren unilateralisme dan tidak hormat (Amerika Serikat) ini akan mengharuskan kami untuk mulai mencari teman-teman dan sekutu baru.”

Lira Turki jatuh lebih dari 16 persen pada hari Jumat – rekor terendah terhadap dolar – setelah Washington memberlakukan sanksi serta tarif baja dan aluminium untuk memaksa Turki untuk menyerahkan seorang pendeta Amerika yang dipenjara.

Trump mengumumkan hukuman dua kali lipat dari tarif, yang dikenakan sebagai protes atas penahanan Pastor Andrew Brunson, yang ditangkap atas tuduhan terorisme setelah percobaan kudeta terhadap Erdogan pada tahun 2016.

Amerika Serikat adalah tujuan terbesar untuk ekspor baja Turki dengan 11 persen volume ekspor Turki.

Turki telah melewati beberapa krisis ekonomi yang sulit selama beberapa dekade, tetapi secara tradisional selalu mendapatkan dukungan kuat Washington.

Erdogan membingkai krisis Turki sebagai “pertempuran nasional” melawan musuh-musuh ekonomi, termasuk AS. “Jika mereka memiliki dolar mereka, kita memiliki rakyat Turki, dan kita memiliki Allah,” kata Erdogan.

Erdogan, yang telah mengkonsolidasikan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya melalui serangkaian referendum, menyarankan orang-orang Turki untuk menunjukkan solidaritas dengan mengubah emas atau mata uang asing ke lira Turki dalam upaya untuk mengobarkan “perang kemerdekaan” melawan Amerika.

“Adalah salah untuk berani memaksa Turki untuk berlutut ke Amerika Serikat melalui ancaman gara-gara seorang pendeta Amerika Serikat yang ditahan dengan tuduhan sebagai simpatisan kudeta Turki,” kata Erdogan pada unjuk rasa di kota Une Laut Hitam kemarin.

“Saya memanggil orang-orang di Amerika sekali lagi. Kalian memalukan. kalian ingin bertukar mitra strategismu di Nato hanya demi seorang pendeta (simpatisan kudeta Turki).”

Erdogan bersumpah tidak akan ada pengurangan hukum dalam kasus Pastor Brunson: “Kami belum membuat konsesi tentang keadilan sejauh ini, dan kami tidak akan pernah membuat keringanan apapun,” tegas Erdogan.

Turki dan Amerika Serikat telah tidak setuju pada sejumlah masalah sejak Trump menjadi presiden, termasuk dukungan Washington terhadap kelompok Kurdi di negara tetangga Suriah dan penolakannya untuk mengekstradisi Fethullah Gulen, yang menurut Erdogan adalah ulama di balik upaya kudeta Turki yang gagal.

Pemerintahan Trump telah mengalami kehebohan dalam beberapa bulan terakhir, memaksakan mereka melawan Turki, Iran dan Rusia, menciptakan apa yang oleh para ahli dijuluki sebagai “poros sanksi”.

Erdogan mengatakan Turki akan mencari untuk membentuk aliansi ekonomi alternatif dengan “Iran, ke Rusia, ke China dan beberapa negara Eropa”.

Sumber: telegraph.co.uk

Continue Reading
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement