Connect with us

Peristiwa & Opini

SDC Bekerja Sama Dengan Pemerintah Suriah Untuk Mengakhiri Perang

Published

on

SDC Bekerja Sama Dengan Pemerintah Suriah Untuk Mengakhiri Perang
Sumber Gambar: Reuters

BEIRUT, 28 Juli (Reuters) – Syrian Democratic Council (SDC), Sebuah kelompok Kurdi Suriah mengatakan pada hari Sabtu telah memutuskan bekrjasama dengan pemerintah Suriah untuk “membuat peta jalan menuju Suriah yang demokratis dan terdesentralisasi”, tetapi tidak ada konfirmasi segera dari Damaskus.

Hubungan antara pemerintah Suriah Presiden Bashar al-Assad dan pemerintahan otonom yang dipimpin orang Kurdi di timur laut, kedua belah pihak yang menguasai sebagian besar wilayah di Suriah, telah menjadi bagian penting dalam perang saudara yang berusia tujuh tahun.


Namun, sementara mereka kebanyakan menghindari konflik langsung, mereka telah mengartikulasikan visi tajam yang berlawanan untuk masa depan, dimana Kurdi mencari otonomi dalam negara yang terdesentralisasi, dan Damaskus ingin mengembalikan kontrol ke pemerintah pusat sepenuhnya.

Syrian Democratic Council (SDC) yang dipimpin orang Kurdi mengatakannya dan pemerintah telah memutuskan untuk “membentuk komite di berbagai tingkatan” untuk mengembangkan negosiasi, mengakhiri kekerasan yang melanda Suriah dan memetakan peta jalan menuju demokrasi dan desentralisasi.

Dikatakannya bertemu dengan pejabat pemerintah Suriah di Damaskus pekan ini atas undangan Bashar setelah pertemuan awal di Tabqa di sungai Eufrat yang berfokus pada pemulihan layanan lokal.

SDC adalah sayap politik dari Syrian Democratic Forces (SDF) yang didukung Amerika Serikat, yang menguasai seperempat Suriah timur Euphrates, sebuah wilayah yang mencakup lahan pertanian dan sumber daya minyak dan air, selama perang melawan ISIS.

Pembicaraan itu menunjukkan gerakan oleh otoritas yang dipimpin orang-orang Kurdi untuk mencari kesepakatan dengan Assad untuk melestarikan otonomi mereka ketika Assad mendapatkan kembali sebagian besar wilayah pemberontak dengan bantuan Rusia dan Iran, sementara mereka semakin waspada terhadap sekutu Amerika Serikat mereka yang tidak dapat diprediksi gerakan politiknya.

Assad telah bersumpah untuk mendapatkan kembali “setiap inci” dari Suriah tetapi mengatakan pada bulan Mei untuk pertama kalinya bahwa ia “membuka pintu” untuk pembicaraan dengan SDF, sementara juga bilamana perlu akan mengancam dengan kekuatan senjata. Assad telah menggambarkan badan demokrasi pemerintahan Kurdi di timur laut sebagai “struktur sementara”.

“Sulit untuk melihat bagaimana mereka akan mencapai kesepakatan yang lebih substantif dalam beberapa bulan mendatang karena ada kesenjangan besar antara kedua belah pihak tentang bagaimana masa depan kawasan ini ke depannya,” kata Noah Bonsey, Analis Senior International Crisis Group tentang Syria.

Setiap negosiasi Kurdi Suriah dengan Damaskus juga akan menghasilkan pertanyaan baru untuk kebijakan Amerika Serikat di Suriah, di mana militer Amerika Serikat telah dikerahkan ke wilayah yang dikuasai SDF selama perang melawan ISIS.

Milisi Kurdi Suriah telah terjaga terhadap Washington atas pernyataan-pernyataan konflik pemerintahan Trump tentang rencananya di Suriah, dan atas tekanan yang diberikan pada Amerika Serikat oleh Turki, yang telah melancarkan serangan militer ke Suriah untuk memerangi YPG, milisi Kurdi yang merupakan ujung tombak utama dari SDF.

Sumber: Reuters

Continue Reading
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.