Connect with us

Peristiwa & Opini

Militer Suriah Semakin Merangsek Mendekati Quneitra

Published

on

Militer Suriah Semakin Merangsek Mendekati QuneitraPasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad memperluas serangan mereka di barat daya negara itu ke sebuah provinsi yang...

Pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad memperluas serangan mereka di barat daya negara itu ke sebuah provinsi yang berdekatan, beberapa hari setelah mencapai kesepakatan evakuasi dengan pemberontak di provinsi Deraa selatan.

Pasukan pro-pemerintah, yang didukung oleh dukungan udara Rusia, mengebom sebuah desa yang dikuasai pemberontak di Quneitra – sebuah wilayah yang bersebelahan dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel – saat mereka berusaha untuk merebut kembali sebidang tanah yang melintasi provinsi Deraa dan Quneitra yang masih berada di tangan pemberontak.


Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mengatakan jet tempur yang diyakini milik angkatan udara Rusia menggempur desa Mashara, yang terletak 11 km dari perbatasan Golan.

Televisi al-Mayadeen yang dikaitkan dengan Hizbullah mengatakan, pasukan pro-pemerintah semakin maju ke daerah Tel Mashara.

Sebelumnya pada hari itu, pejuang pemberontak dan anggota keluarga mulai mengevakuasi kota Deraa selatan dengan bus yang akan membawa mereka ke daerah yang dikuasai oposisi di Suriah utara.

Seorang petinggi pemberontak, Abu Shaima, mengatakan kepada kantor berita Reuters setidaknya 500 pejuang menaiki 15 bus dan dia adalah salah satu dari mereka yang pergi.

Pemberontak meninggalkan wilayah Daraa al-Balad yang telah berada di bawah kendali mereka selama bertahun-tahun sampai kesepakatan menyerah minggu lalu. Berdasarkan perjanjian tersebut, para pejuang menyerahkan senjata dan mereka yang tidak ingin hidup di bawah kekuasaan negara memilih untuk dipindahkan.

Salah satu milisi pemberontak, Abdullah Masalmah, juga mengatakan kepada Reuters bahwa dia tidak “mempercayai Rusia ataupun pemerintah Suriah”.

“Saya tidak dapat melupakan ribuan orang yang dibunuh oleh militer Suriah, apalagi kepada anak-anak yatim, yang terluka, dan para tahanan,” katanya.

Bus-bus itu, yang diparkir di jalan raya utama yang menghubungkan pusat kota yang dikuasai oleh militer pemerintah dengan pasukan yang dikuasai pemberontak di sebelah selatan. Para anggota milisi pemberontak yang akan dievakuasi, terlebih dahulu digeledah oleh pasukan Rusia sebelum rombongan bus berangkat tepat setelah tengah hari ke provinsi Idlib.

Laman: 1 2

Continue Reading
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.