Connect with us

Islam Kita

KH. A.Mustofa Bisri – Tafsir Al-Ibriz, Al Baqoroh 1-5

Published

on

KH. A.Mustofa Bisri – Tafsir Al-Ibriz, Al Baqoroh 1-5Gus Mus menjelaskan tafsir Al Baqoroh 1-5 menggunakan Tafsir Al-Ibriz, yang menggunakan bahasa jawa pesisiran (Pantura). Kira-kira kalau ditafsirkan dalam...

Gus Mus menjelaskan tafsir Al Baqoroh 1-5 menggunakan Tafsir Al-Ibriz, yang menggunakan bahasa jawa pesisiran (Pantura). Kira-kira kalau ditafsirkan dalam bahasa Indonesia maknanya mungkin sebagai berikut:

1. Alif Lam Miim


Alif Lam Miim dan huruf-huruf lainnya yang jadi permulaan surat slainya itu tidak ada yang tahu secara pasti maknanya terkecuali Allah SWT. Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa Alif itu singkatan dari kata Allah dan seterusnya. Namun Gus Mus juga memiliki tafsirnya tersendiri.

Sebagian ulama lainnya berpendapat Alif Lam Miim merupakan permulaan kalam, maka berfungsi sebagai kata untuk menarik perhatian manusia.

Misalnya sewaktu akan diadakan rapat di saat orang-orang sudah hadir semua biasanya satu sama lain saling mengobrol sendiri, kalau pemimpin rapat tiba-tiba langsung berpidato atau mengucap salam, maka hadirn belum tentu menaruh perhatian.

Kadang-kadang orang sebelum memulai pembicaraan terlebih dahulu mengetuk meja ‘Thok Thok Thok” atau mengetuk mic agar hadirin memperhatikan apa yang akan disampaikannya, setelah itu pidato baru dimulai.

2. Al-Quran itu kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya dan menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.

3. Orang-orang yang bertaqwa adalah orang-orang yang beriman terhadap sesuatu yang tidak dapat ditangkap panca indra, menjalankan ibadah sholat, memberikan (menafkahkah) sebagaian rizkinya yang telah Aku (Allah) anugrahkan.

4. Orang-orang yang beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad SAW) dan apa yang telah diturunkan (kepada orang ) sebelummu. Dan terhadap hari akhir mereka meyakininya.

5. Mereka semua adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk dari tuhannya dan berbahagia.
Kitab al-Quran itu kitab yang benar dan tidak patut untuk diragukan lagi, diturunkan oleh Allah SWT kepada rasulullah sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.

Masalah kebenaran pemaknaan dalam bahasa Indonesia ini, dari kuliah Gus Mus ini, Wallahu A’lam Bishawab. Saya hanya orang awam dan belum pernah menjadi santri Beliau, walaupun tetanggaan satu kelurahan. Saya hanya berusaha mencoba membahasakan secara ringkas dari kuliah Beliau dalam tafsir Al Baqoroh 1-5 menggunakan Tafsir Al-Ibriz (karya Beliau sendiri).

Kalau ada kesalahan pemaknaan dalam bahasa Indonesia, itu jelas karena kekurang pahaman saya. Harusnya saya ikut ngaji langsung ke Raudlatut Tholibin di Leteh, sekalian pulang kampung. Biar bisa jlentreh makna sebenarnya dan dapat mentranslasinya dalam bahasa Indonesia dengan cukup memadai.

Sumber: GusMus Channel

Continue Reading
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement