Connect with us

Peristiwa

Belajar Memaknai Hidup Dari Soesilo Ananta Toer

Published

on

Belajar Memaknai Hidup Dari Soesilo Ananta ToerSoesilo Ananta Toer adalah adik kandung dari sastrawan terkenal Pramoedya Ananta Toer. Soesilo sebenarnya memiliki gelar master dari University Patrice...

TV STREAMING

Soesilo Ananta Toer adalah adik kandung dari sastrawan terkenal Pramoedya Ananta Toer. Soesilo sebenarnya memiliki gelar master dari University Patrice Lumumba dan juga bergelar doktor (Ph.D) di bidang politik dan ekonomi dari Institut Perekonomian Rakyat Plekhanov Uni Sorviet (Rusia).

Namun, pada usianya yang usdah sangat senja (81 tahun) ini, Soesilo justru menjadi pemulung. Sungguh merupakan salah satu nasib tragis dari seorang bergelar doktor dari luar negeri.

Soesilo pernah menjalani pelatihan tentara dengan pangkat terakhir Letnan pada masa menjelang operasi Trikora (pembebasan Irian Barat). Namun, Soesilo tidak ikut wajib militer dalam operasi Trikora.

Pada tahun 1962, Soesilo menjadi salah satu dari 30 pemuda yang berhasil mendapatkan beasiswa ke Uni Sovyet (Rusia). Soesilo berhasil menyaber gelar master dan doktornya di Uni Sovyet (Rusia).

Pada masa Orde Baru, Soesilo menjadi salah satu yang dituduh menjadi simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI). Akhirnya Soesilo dijebloskan ke penjara pada tahun 1973 – 1978.

Soesilo dianggap menjadi simpatisan Orde Lama karena tidak hadir pada acara tahlilan acara meninggalnya 6 jenderal korban keganasan PKI di Kedubes Uni Sovyet. Padahal, menurutnya, dirinya tidak mendapatkan undangan. Dirinya mensinyalir adanya sabotase dari teman-temannya sendiri.

Tragisnya, Ijazahnya pun tidak diakui dan dianggap tidak berlaku, sehingga Soesilo sangat kesulitan untuk mencari pekerjaan di negeri sendiri. Akhirnya, Soesilo menjadi pemulung sampai dengan saat ini.

Walaupun dirinya dibungkam oleh negara pada saat itu, Soesilo mengaku tidak dendam kepada negara sendiri. Soesilo justru menyatakan dendam pada dirinya sendiri.

Bagi Soesilo  memulung adalah kenikmatan abadi, sebagaimana dirinya menyitir pendapat Socrates yang menyatakan bahwa kematian adalah kenikmatan abadi. Soesilo mencari hidup dengan caranya sendiri. Soesilo memaknai dan menikmati hidup dengan menciptakan nilai lebih (nilai tambah).

Kegiatan sehari-hari akhir-akhir ini adalah memulung dan menulis buku. Sudah ada dua puluhan buku yang Soesilo tulis dan publikasikan.

Sumber: Net. Biro Jawa Tengah

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement