Connect with us

Berita

Semangat Tinggi Dalam Pertemuan Trump-Kim, Apakah Sebagus Hasilnya?

Published

on

Semangat Tinggi Dalam Pertemuan Trump-Kim, Apakah Sebagus Hasilnya?Para pejabat A.S. dan Korea Utara berdampingan sepanjang Senin di hotel Ritz-Carlton menjelang aksi diplomasi yang bertujuan untuk mengatasi kebuntuan...

Para pejabat A.S. dan Korea Utara berdampingan sepanjang Senin di hotel Ritz-Carlton menjelang aksi diplomasi yang bertujuan untuk mengatasi kebuntuan atas senjata nuklir Pyongyang. Para delegasi menguraikan tujuan-tujuan spesifik untuk apa yang para pemimpin harus coba capai dan berbagai skenario untuk menyelesaikan masalah-masalah utama, seorang pejabat senior A.S. mengatakan, menambahkan bahwa pertemuan itu juga merupakan semacam pemecah kebuntuan, yang memungkinkan tim-tim untuk lebih mengenal lebih dekat setelah dekade-dekade minimal kontak antar kedua negara.

Kepulangan lebih awal Trump, akan menjadi yang kedua dari pertemuan puncak Trump dengan para pemimpin dunia hanya dalam beberapa hari.


Ketika dia mencoba untuk membangun jembatan dengan Kim, dia secara tiba-tiba meninggalkan pertemuannya dengan aliansi lama sekutu Barat di G-7. Setelah keberangkatannya yang prematur dari Quebec, dia terus mencuit dengan marah kepada Trudeau dari Singapura, mengatakan pada hari Senin, “Fair Trade sekarang disebut Fool Trade jika tidak Reciprocal.”

Penasihat Trump mengatakan bahwa Trump melakukannya sebagai tindakan unjuk kekuatan sebelum pertemuan Kim.

Menyinggung kekhawatiran Korea Utara bahwa menyerahkan senjata nuklirnya dapat menyerahkan pencegahan utamanya terhadap perubahan rezim, Pompeo mengatakan kepada wartawan bahwa A.S. siap untuk mengambil tindakan untuk memberikan “kepastian yang cukup” kepada Korea Utara bahwa denuklirisasi “bukanlah sesuatu yang berakhir dengan buruk bagi rezim Korea Utara.”

Pompea tidak akan mengatakan apakah itu termasuk kemungkinan penarikan pasukan A.S. dari Semenanjung Korea, tetapi mengatakan konteks diskusi itu “sangat berbeda dari sebelumnya.”

“Saya hanya bisa mengatakan ini,” kata Pompeo. “Kami siap untuk mengambil apa yang akan menjadi jaminan keamanan yang berbeda, unik, ketimbang yang diberikan oleh Amerika sebelumnya.”

Korea Utara telah menghadapi sanksi diplomatik dan ekonomi yang melumpuhkan negara tersebut, karena Korea Utara telah mengembangkan program nuklir dan rudal balistiknya. Pompeo memegang teguh pendirian Trump bahwa sanksi akan tetap berlaku sampai denuklirisasi Korea Utara benar-benar dilakukan.

Para ahli percaya bahwa Korea Utara hampir dapat menargetkan seluruh daratan A.S. dengan rudal-rudal nuklirnya, dan sementara ada skeptisisme mendalam bahwa Kim akan segera menyerahkan program rudal nuklir andalannya, ada juga harapan bahwa diplomasi dapat menggantikan permusuhan jangka panjang antara A.S. dan Korea Utara.

Sumber: Associated Press

Laman: 1 2 3

Click to comment
KOMENTAR ANDA
Advertisement