Connect with us

Berita

Kantor Tanggap Darurat Bencana Guatemala Dilidik Oleh Jaksa Agung

Published

on

Kantor Tanggap Darurat Bencana Guatemala Dilidik Oleh Jaksa AgungESCUINTLA, Guatemala - Jaksa penuntut di Guatemala sedang menyelidiki jika lembaga tanggap darurat negara itu lalai dalam tanggapan mereka terhadap...

ESCUINTLA, Guatemala – Jaksa penuntut di Guatemala sedang menyelidiki jika lembaga tanggap darurat negara itu lalai dalam tanggapan mereka terhadap letusan mematikan dari Gunung Fuego Minggu lalu. Setidaknya 109 orang tewas dan hampir 200 orang diyakini hilang.

Satu anggota parlemen mengatakan kepada wartawan bahwa butuh tiga jam setelah para ilmuwan mengeluarkan peringatan evakuasi untuk tim manajemen darurat Guatemala yang terlambat memberikan peringatan ke publik, sehingga menimbulkan korban nyawa penduduk yang sangat besar, lapor koresponden CBS News, Manuel Bojorquez.


Kantor manajemen tanggap darurat Guatemala sedang dikritik karena bertindak lamban dalam menanggapi bencana gunung Fuego.

Eddy Sanchez, kepala Institut Vulkanologi Guatemala, mengatakan dalam bahasa Spanyol, “Semua orang seharusnya diberitahu secepatnya sejak awal. Saya sudah berusaha memperingatkannya, namun tidak berwenang menyatakan keadaan darurat nasional.”

Menurut seorang pejabat pemerintah, para ilmuwan mengeluarkan lansiran gunung api pertama mereka sekitar pukul 6 pagi pada hari Minggu, yang lain dikeluarkan pada pukul 10 pagi, dan kemudian satu lagi pada jam 1 siang, dan menyarankan mendesak untuk melakukan evakuasi. Lebih dari tiga jam kemudian, baru kantor manajemen darurat Guatemala mengeluarkan perintah evakuasi, tetapi itupun hanya bersifat sukarela.

“Kami tidak bertindak karena tidak pernah diberikan wewenang yang memungkinkan kami membuat keputusan,” sanggah Sergio Cabañas, kepala kantor manajemen darurat Geatemala kepada wartawan.

Lebih dari 4.000 orang saat ini berada di tempat penampungan. Cuaca buruk dan lebih banyak letusan gunung Fuego, menyebabkan para aparat menangguhkan pencarian mayat di desa-desa terdampak bencana. Tapi itu tidak menghentikan beberapa anggota keluarga yang memutuskan untuk mendaki gunung menuju ke desa-desa terdampak bencana secara sukarela.

Sumber: CBS News

Click to comment
KOMENTAR ANDA
Advertisement