Connect with us

Peristiwa & Opini

Kamp Pengungsi Skaramagas Membuat Para Pemimpin Uni Eropa Pusing Kepala

Diunggah:

on

Kamp Pengungsi Skaramagas Membuat Para Pemimpin Uni Eropa Pusing KepalaPara pemimpin Uni Eropa pada hari Minggu akan berusaha menemukan titik temu untuk menangani para migran yang tiba di pantai...

TV STREAMING

Para pemimpin Uni Eropa pada hari Minggu akan berusaha menemukan titik temu untuk menangani para migran yang tiba di pantai Eropa untuk mencari kehidupan yang lebih baik – krisis politik yang semakin besar yang mengancam akan merusak seluruh proyek Uni Eropa.

Para pemimpin dari sekitar 16 negara – lebih dari setengah blok 28 negara – akan mengambil bagian dalam apa yang sedang disebut sebagai “pembicaraan informal” di Brussels, menjelang pertemuan puncak Uni Eropa penuh pada 28-29 Juni, di mana masalah migrasi akan menjadi agenda utama.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pertemuan itu melibatkan “negara-negara yang terkena dampak khusus tentang semua masalah yang terkait dengan migrasi.”

Di daerah pelabuhan di ibukota Yunani, Athena, barak barak digunakan untuk menampung ribuan migran dan pengungsi di kamp pengungsi Skaramagas.

Kamp itu menyerupai desa kecil, dengan tempat-tempat untuk berolahraga, belajar bahasa, dan memainkan alat musik.

Beberapa warga telah membuka toko-toko kecil dan kafe di dermaga.

Salah satu penduduk kamp mengatakan bahwa dia tidak dapat pergi kemanapun karena saudaranya tidak memiliki paspor, dan dia tidak ingin meninggalkan saudaranya sendirian di kamp pengungsian.

Penduduk kamp lainnya, yang menjalankan falafel takaway, menjelaskan bahwa ia membuka toko untuk mendapatkan uang dan membantu semua orang yang tinggal di kamp, ​​tanpa memandang kewarganegaraan.

Kedatangan lebih dari satu juta orang di Uni Eropa pada tahun 2015, sebagian besar imigran adalah korban konflik yang melarikan diri di Suriah dan Irak, mengakibatkan kesulitan yang memprihatinkan dalam hal kapasitas penerimaan migran Uni Eropa dan undang-undang suaka.

Ini telah memicu ketegangan di antara negara-negara anggota, dan partai anti-migran telah memenangkan suara dengan menimbulkan ketakutan publik terhadap orang asing.

Sumber: The Associated Press

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement