Connect with us

Peristiwa & Opini

Indonesia Akhirnya Tergabung Sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Published

on

Indonesia Akhirnya Tergabung Sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBBIndonesia mengalahkan Maladewa pada hari Jumat dalam satu-satunya pemilihan yang diperebutkan untuk kursi di Dewan Keamanan mulai 1 Januari dan...

Indonesia mengalahkan Maladewa pada hari Jumat dalam satu-satunya pemilihan yang diperebutkan untuk kursi di Dewan Keamanan mulai 1 Januari dan akan bergabung dengan badan paling kuat di PBB bersama dengan Jerman, Belgia, Afrika Selatan dan Republik Dominika.

Presiden Majelis Umum Miroslav Lajcak mengumumkan hasil pemungutan suara rahasia di tubuh dunia yang beranggotakan 193 orang dengan tepuk tangan meriah.


Keempat negara berjalan tanpa oposisi, semuanya menerima lebih dari 180 suara.

Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia dan telah berada di dewan tiga kali sebelumnya. Indonesia mengalahkan Maladewa, sebuah negara pulau kecil di Samudera Hindia yang belum pernah melayani di dewan, dengan suara 144-46.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan kepada wartawan bahwa Indonesia akan bekerja di dewan untuk mempromosikan pemeliharaan dan pembangunan perdamaian, pencegahan konflik, dan tujuan pembangunan dan perlindungan lingkungan PBB untuk tahun 2030.

Indonesia juga akan membuat program untuk “memerangi terorisme dan radikalisasi melalui pengembangan pendekatan komprehensif global yang membahas akar permasalahan mereka” sebagai prioritas, kata Retno.

Dewan Keamanan PBB memiliki lima anggota tetap – Amerika Serikat, Rusia, Cina, Inggris dan Perancis, dan 10 anggota tidak tetap dipilih oleh Majelis Umum untuk masa jabatan dua tahun. 5 Negara diantaranya dipilih sebagai anggota tidak tetap untuk setiap tahunnya.

Memenangkan kursi di Dewan Keamanan adalah puncak pencapaian bagi banyak negara karena memberikan mereka suara yang kuat dalam hal-hal yang berhubungan dengan perdamaian dan keamanan internasional mulai dari konflik di Suriah, Yaman dan Sudan Selatan hingga ancaman nuklir yang ditimbulkan oleh Korea Utara dan serangan oleh kelompok-kelompok ekstremis seperti ISIS dan al-Qaida.

Calon anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dipilih oleh kelompok-kelompok regional. Indonesia dan Maladewa berada dalam kontes untuk perebutan kursi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB kelompok wilayah Asia-Pasifik.

Laman: 1 2

Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement