Connect with us

Analisis & Opini

Sudah Saya Duga, Dalam Kasus Habib Rizieq Akan Berakhir Antiklimaks

Published

on

Sudah Saya Duga, Dalam Kasus Habib Rizieq Akan Berakhir Antiklimaks
Sumber Gambar: quotefancy.com

Prediksi saya, satu persatu kasus Habib Rizieq akan di SP3 kan. Itu sudah saya prediksi beberapa bulan yang lalu.

Terbaru, kasus mengenai penistaan Pancasila yang diadukan oleh Sukmawati di-SP3-kan. Satu demi satu semua kasus yang berkaitan dengan Habib Rizieq hanya sekedar menunggu waktu untuk di-SP3-kan.


Makanya sejak beberapa bulan yang lalu, saya sudah menyarankan agar semua kasus yang diadukan terkait dengan Habib Rizieq dihentikan sejak awal. Toh kemungkinan besar aparat dibawah Presiden Jokowi juga akan jiper juga menghadapi kasus-kasus seperti ini.

Kalau memang akhirnya begitu adanya, sebaiknya Presiden Jokowi lempar handuk saja segera, dan jangan pernah lagi punya keinginan untuk mencalonkan diri menjadi Presiden untuk kedua kalinya. Jangan mimpi di siang bolong untuk menjadi pemimpin negeri ini, jika menghadapi kasus yang seperti ini saja ngeper nggak karu-karuan.

Saya pun cukup yakin bahwa aparat dibawah pemerintahan Jokowi tidak akan berani mengusut dengan tuntas otak dibalik kasus persekusi CFD. Apapun dan seberapapun banyak bukti yang disertakannya. Pasti ada banyak alasan untuk tidak memprosesnya lebih lanjut.

Sudahlah, semua kasus hukum yang berkaitan pihak oposan Jokowi sebaiknya dihentikan semua. Toh endingnya sudah terbaca, karena nyali pemimpin saat ini jelas tidak akan pernah dapat diharapkan.

Beda dengan aparat dalam kepemimpinan Pak Harto yang berani mengambil resiko dalam mengatasi masalah dengan segala resikonya. Siapapun yang memimpin pasca reformasi, kecuali Gus Dur, tidak ada satupun yang berani bertindak tegas dalam menegakkan marwah pemerintahannya.

Terlepas adanya KKN yang meluas dan merebak kemana-mana di jaman Pak Harto, dalam hal keberanian mengambil sikap dalam menegakkan marwah pemerintahan, Pak Harto adalah yang terbaik. Jangankan menghina Presiden, mendiskreditkan simbol-simbol negara apapun jelas tidak ada yang berani pada jamannya itu.

Pada jaman Pak Harto pun, tidak ada satupun ormas yang berani nganeh-anehi untuk mengganti atau mengutak-atik Pancasila dan UUD 45. Pada jaman sekarang, nampaknya semua serba bebas dan lepas atas nama apapun juga.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Advertisement